Pertamina mencatatkan produksi sekitar 500 barel minyak per hari (BOPD) dari uji coba satu sumur migas non konvensional di Blok Rokan pada Jumat (5/6/2026).

Keberhasilan pengeboran sumur dengan teknologi tinggi untuk mengekstraksi minyak dari batuan induk ini memicu optimisme peningkatan pasokan energi nasional secara masif.

>>> OJK Catat Tiga Sektor Ekonomi Dominasi Piutang Multifinance per April 2026

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa tahapan uji sumur tersebut menunjukkan hasil positif untuk satu sumur awal.

"Kemarin baru satu sumur yang dibor, ada produksinya 500 barrel oil per day," jelas Djoko.

SKK Migas meyakini potensi sumur non konvensional di Indonesia dapat menghasilkan ribuan barel minyak per hari melalui pengeboran yang lebih agresif.

"Terus nanti kan akan dibor dengan banyak sumur, tentunya nanti akan ribuan barrel oil per day," ujar Djoko.

Regulasi dan Insentif Fiskal

Untuk mendukung kelancaran proyek, Pertamina saat ini tengah mendiskusikan penyesuaian regulasi bersama pemerintah guna mendapatkan bagi hasil yang lebih kompetitif.

"Sekarang Pertamina lagi mau mengajukan kontrak bagi hasilnya yang lebih menguntungkan.

Tadi kami dari pagi membahas dengan Pak Wamen untuk Pertamina mengajukan berdasarkan nanti Keputusan Menteri (Kepmen) yang sedang dibahas mudah-mudahan hari ini selesai," jelas Djoko.

>>> Indonesia Kecam Rencana Israel Bangun 2.162 Rumah di Tepi Barat

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza sebelumnya memaparkan besarnya cadangan non konvensional Indonesia yang belum tersentuh.

"Kabar baiknya, baru-baru ini kami memiliki 11 miliaran barel minyak di tempat untuk sektor nonkonvensional," ujar Oki pada Rabu (20/5/2026).

Manajemen Pertamina menegaskan perlunya kolaborasi dengan korporasi global serta penyesuaian insentif fiskal dari pemerintah untuk membangun ekosistem pengeboran yang matang.

"Jadi pekerjaan rumah kami saat ini pada dasarnya adalah bagaimana kami bisa melakukan advokasi kepada pemerintah terkait aspek fiskal.

Kemudian kami mencoba mengundang banyak mitra dan perusahaan jasa untuk menciptakan ekosistem seperti yang ada di Permian Basin.

Dan tentu saja kami mencoba mengembangkan tenaga kerja yang siap untuk bisnis nonkonvensional ini," jelas Oki.

>>> IHSG Ambles 4,2 Persen, Jadi Pelemahan Terburuk di Dunia

Selain fokus pada sektor non konvensional, BUMN tersebut juga menerapkan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk menguras sisa cadangan sekitar 4 miliar barel minyak di Lapangan Minas.