Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (5/6/2026) dengan koreksi tajam. Indeks melemah 4,2 persen ke level 5.594, posisi terendah sejak November 2020.

Data Bloomberg menempatkan IHSG bersama KOSPI Korea Selatan sebagai bursa dengan pelemahan terdalam di dunia. Sepanjang 2026, IHSG sudah turun 35,3 persen secara year-to-date.

>>> Barcelona Prioritas Pertahankan Joao Cancelo, Coret Andrea Cambiaso

Koreksi IHSG melampaui indeks global lain seperti Brazil Ibovespa yang turun 2,22 persen, Blom Stock Index 1,68 persen, dan LuxX Index 1,47 persen.

Nikkei 225, Hang Seng, dan Taiex juga melemah.

Tekanan Jual dan Sektor Terdampak

Aksi jual mendominasi sejak bel pembukaan hingga penutupan.

Volume transaksi mencapai 38,04 miliar saham dengan nilai Rp31,73 triliun dan frekuensi 2,19 juta kali.

Sebanyak 626 saham melemah, 108 saham menguat, dan 81 saham stagnan.

Sektor transportasi, energi, dan perindustrian menjadi beban utama dengan penurunan masing-masing 5,96 persen, 5,73 persen, dan 5,72 persen.

>>> Redmi 15, TECNO SPARK 50, atau POCO M7? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

Saham big caps seperti BBCA, BREN, TLKM, BBRI, dan DCII menjadi penekan utama IHSG. BBCA sendiri menekan indeks sebesar 32,96 poin.

Sentimen Negatif dari Revisi UU PPSK

Pelemahan dipicu pengesahan revisi UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

Terdapat 17 poin perubahan, termasuk kewenangan DPR mengevaluasi kinerja BI, LPS, dan OJK.

Hasil evaluasi bersifat mengikat dan harus ditindaklanjuti. Mekanisme ini dikhawatirkan memunculkan intervensi politik terhadap independensi lembaga keuangan.

Phintraco Sekuritas menyatakan revisi UU PPSK menimbulkan kekhawatiran pasar. "Beberapa ketidakjelasan kebijakan dan rumor negatif mendorong tekanan jual," terang Phintraco.

Panin Sekuritas menambahkan investor mencermati 17 poin materi RUU PPSK. Mandat tambahan bagi BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dinilai meningkatkan kekhawatiran independensi bank sentral.

>>> IHSG Jatuh 4,2 Persen ke Level 5.594, Jadi Pelemahan Terburuk di Dunia

Kelesuan bursa diperparah pelemahan rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS. Rupiah melemah 7,38 persen sejak awal tahun, memicu spekulasi BI akan menggelar RDG darurat.