IHSG Jatuh 4,2 Persen ke Level 5.594, Jadi Pelemahan Terburuk di Dunia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (5/6/2026) dengan koreksi tajam. Indeks ditutup di level 5.594, turun 4,2 persen dari hari sebelumnya.
Pelemahan ini menjadi yang terburuk di dunia, setara dengan indeks KOSPI Korea Selatan. Level 5.594 juga merupakan posisi terendah sejak November 2020.
>>> Cara Beli Tiket Timnas Indonesia Lewat Livin Sukha Mandiri
Sepanjang tahun 2026, IHSG sudah turun 35,3 persen secara year-to-date. Tekanan jual terjadi sejak bel pembukaan hingga penutupan.
Volume perdagangan mencapai 38,04 miliar saham dengan nilai transaksi Rp31,73 triliun dari 2,19 juta kali frekuensi.
Sebanyak 626 saham melemah, 108 menguat, dan 81 stagnan.
Sektor Transportasi Pimpin Pelemahan
Saham sektor transportasi anjlok 5,96 persen, disusul sektor energi turun 5,73 persen, dan sektor perindustrian merosot 5,72 persen.
Saham big caps menjadi pemberat utama IHSG.
Emiten seperti BBCA, BREN, TLKM, BBRI, dan DCII menekan indeks paling besar.
Saham LQ45 lainnya seperti WIFI turun 15 persen, PGAS ambles 11,6 persen, dan JPFA turun 10 persen.
>>> Dirjen Bea Cukai Tanggapi Dugaan Suap Rp2,94 Miliar di Kasus Impor
Revisi UU PPSK Picu Kekhawatiran Pasar
Pengesahan revisi UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) pada Kamis (4/6/2026) menjadi sentimen negatif.
Salah satu poin krusial adalah kewenangan DPR mengevaluasi kinerja BI, LPS, dan OJK yang hasilnya mengikat.
Phintraco Sekuritas menyebut revisi ini memicu kekhawatiran gangguan terhadap independensi lembaga keuangan.
Panin Sekuritas menambahkan investor mencermati 17 poin materi RUU PPSK, termasuk mandat tambahan bagi BI untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Tekanan pasar diperparah pelemahan rupiah yang menembus Rp18.000/US$. Pada Jumat pagi, rupiah berada di posisi Rp18.074/US$.
Akumulasi pelemahan rupiah sejak awal tahun mencapai 7,38 persen.
>>> Vidio Siarkan Byon Madness Vol 4 di Spike Air Dome PIK 2
Bank Indonesia diprediksi akan menggelar Rapat Dewan Gubernur darurat sebelum jadwal resmi 17-18 Juni 2026. Ketidakpastian MSCI Indonesia, nilai tukar tinggi, dan harga minyak global turut membebani pasar.
Update Terbaru
Trailer Captain Tsubasa 2: World Fighters Perkenalkan Tim Korea Selatan
Rabu / 22-07-2026, 07:45 WIB
California Percepat Mitigasi Kebakaran Hutan di Tengah Ancaman Pemotongan Dana
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Little League Diskualifikasi Tim Softball Tulsa karena Pelanggaran Eligibilitas
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Daftar Harga HP Samsung Baru dan Bekas per Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Diskon 50% Tiket MotoGP Mandalika 2026 Khusus Warga NTB, Mulai Rp200 Ribu
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS Skema B
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Jeana Keough Tak Bisa Makan Dua Pekan Akibat Kanker Lidah
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Danny Trejo Tak Terduga Bertemu Keponakan di TMZ Brunch Bus
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Satu Pemain Argentina Tak Balik Badan, Hormati Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Morgan Rogers Resmi Gabung Chelsea, Jadi Pemain Inggris Termahal
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Jason Alexander Minta Maaf ke Courtney Stodden atas Sketsa Kontroversial
Rabu / 22-07-2026, 07:39 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Cermati Level Support dan Resistance
Rabu / 22-07-2026, 07:39 WIB
Alasan Negara-negara Arab Tak Balas Serangan Iran
Rabu / 22-07-2026, 07:39 WIB
Tato 'Celeste' di Jari D4vd Terungkap di Sidang
Rabu / 22-07-2026, 07:35 WIB







