Pemerintah Indonesia mengecam keras pengumuman sepihak otoritas Israel mengenai rencana pembangunan 2.162 unit rumah baru di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Sikap tegas tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri RI melalui Juru Bicara II Vahd Nabyl A. Mulachela pada Jumat (5/6).

>>> IHSG Ambles 4,2 Persen, Jadi Pelemahan Terburuk di Dunia

"Indonesia memiliki posisi yang jelas dan konsisten menolak dan mengecam pernyataan Israel mengenai rencana pembangunan 2.162 rumah baru di wilayah Tepi Barat," ujar Vahd.

Pemerintah Indonesia menilai keputusan sepihak tersebut dapat merusak situasi di lapangan yang saat ini sudah sangat tegang.

"Rencana tersebut hanya akan memperburuk krisis kemanusiaan dan semakin menjauhkan prospek perdamaian yang adil, komprehensif dan berkelanjutan," jelas Vahd.

Rencana Permukiman Israel

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyatakan bahwa komite perencanaan telah menyetujui perluasan besar-besaran di tiga permukiman Yahudi.

>>> Barcelona Prioritas Pertahankan Joao Cancelo, Coret Andrea Cambiaso

Proyek ini mencakup 1.006 unit rumah di dekat Yerusalem, 922 unit di dekat Kota Nablus, dan 234 unit di dekat Hebron.

Smotrich, yang memegang wewenang atas administrasi sipil di wilayah tersebut, menegaskan komitmennya untuk terus memperluas wilayah permukiman Yahudi.

"Kami terus membangun Tanah Israel secara praktis," kata Smotrich dalam pernyataan tertulis.

Ia menambahkan bahwa rumah-rumah baru itu akan memperkuat kendali Israel atas tanah tersebut, memperkuat keamanan, dan mencegah terciptanya negara teror Arab di jantung negara.

>>> Redmi 15, TECNO SPARK 50, atau POCO M7? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

Kebijakan politisi ultranasionalis ini memicu kecaman internasional, termasuk sanksi dari Inggris dan Prancis atas dugaan penghasutan kekerasan.