Andre Permana menambahkan, teknologi waste-to-energy (WtE) merupakan pilar penting keberlanjutan yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular.

Teknologi ini mengubah sampah perkotaan atau industri menjadi sumber daya baru berupa energi listrik dan panas, serta menekan volume timbunan sampah di TPA hingga 85%.

Fasilitas ini diproyeksikan menjadi model percontohan nasional untuk mengatasi tantangan teknis dan pembiayaan kompleks di sektor lingkungan hidup.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut baik penjaminan ini sebagai solusi jangka panjang menanggulangi keterbatasan kapasitas pembuangan akhir.

Ia mengapresiasi peran PT PII yang memberikan landasan kuat untuk memastikan proyek berjalan sesuai komitmen.

>>> WHO: Keracunan Makanan Sebabkan 1,5 Juta Kematian per Tahun

Melalui teknologi waste-to-energy, fasilitas Legok Nangka ditargetkan mereduksi volume sampah hingga 85% dan memproduksi energi listrik mencapai 40,79 MW untuk kawasan Bandung Raya.