WhatsApp dilaporkan sedang mengembangkan sistem keamanan terbaru khusus pengguna Android untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan secara otomatis.

Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) yang beroperasi langsung di perangkat tanpa mengirimkan data percakapan ke server WhatsApp atau Meta.

>>> Avonetiq Luncurkan AVO AI untuk Pantau Eksistensi Brand di Platform AI

Pendekatan lokal ini menjaga prinsip enkripsi end-to-end yang menjadi keunggulan utama platform.

Cara Kerja Fitur Keamanan Baru

Sistem akan memantau pola komunikasi yang tidak wajar, seperti permintaan kode OTP, tautan mencurigakan, atau pola pesan phishing.

Jika AI mendeteksi indikasi penipuan, WhatsApp segera memberikan peringatan dini kepada pengguna.

Fitur ini bekerja secara proaktif melalui beberapa mekanisme utama, termasuk analisis pola pesan dan verifikasi tautan.

>>> Telkomsel Terapkan Tiga Pilar Keberlanjutan untuk Dorong Bisnis Hijau

Selain itu, ada proteksi akun tak dikenal yang memberi opsi blokir atau lapor cepat saat menerima pesan spam dari nomor baru.

Ketersediaan dan Dampak

Saat ini, proteksi tersebut baru tersedia secara bertahap bagi pengguna versi Beta di ekosistem Android.

Fitur ini meningkatkan keamanan masyarakat awam yang kerap menjadi target penipuan siber, namun berpotensi meningkatkan penggunaan daya baterai.

>>> 5 Rekomendasi Film Akhir Pekan: Colony hingga Nobody Loves Kay

Risiko false positive atau pesan normal yang keliru dianggap mencurigakan juga mungkin terjadi pada tahap awal implementasi.