Avonetiq Luncurkan AVO AI untuk Pantau Eksistensi Brand di Platform AI
Avonetiq resmi meluncurkan platform baru bernama AVO AI di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat (5/6/2026).
Platform ini dirancang untuk membantu perusahaan mengukur dan meningkatkan kehadiran merek mereka di berbagai layanan kecerdasan buatan (AI).
>>> Telkomsel Terapkan Tiga Pilar Keberlanjutan untuk Dorong Bisnis Hijau
Langkah ini diambil menyusul pergeseran perilaku masyarakat yang mulai beralih dari mesin pencari tradisional ke platform AI generatif seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini.
Riset Gartner memprediksi volume penggunaan mesin pencari konvensional akan merosot hingga 25 persen pada tahun 2026.
Sistem AVO AI mampu mendeteksi seberapa sering suatu produk dijadikan referensi oleh kecerdasan buatan serta menganalisis sumber data pendukungnya.
Pengguna juga dapat membandingkan posisi merek mereka dengan kompetitor dan mendapatkan rekomendasi strategis.
Fitur dan Keunggulan AVO AI
Founder & Partner Avonetiq, Alexandro Wibowo, menjelaskan bahwa AVO AI memungkinkan pengguna mengukur seberapa sering platform AI menggunakan brand mereka sebagai jawaban.
Jika sebuah brand jarang digunakan sebagai referensi, tools ini akan menjelaskan penyebabnya.
Pihak pengembang menyatakan bahwa sistem pemantauan ini dibuat berdasarkan data riil melalui proses analisis yang mendalam.
>>> 5 Rekomendasi Film Akhir Pekan: Colony hingga Nobody Loves Kay
Metode yang digunakan merupakan hasil riset mendalam dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Kemudahan operasional menjadi fokus utama pengembangan agar teknologi ini dapat diakses oleh masyarakat luas, termasuk kalangan nonteknis.
Perusahaan juga menyediakan tim pendamping khusus untuk membantu konsumen yang mengalami kendala teknis.
Co-Founder & Partner Avonetiq, Ryan Gondokusumo, menambahkan bahwa pengalaman pengguna menjadi prioritas utama. Seluruh keterangan dalam aplikasi dibuat menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Akses layanan dilakukan melalui registrasi di situs resmi getavo. ai dengan sistem pengisian token berbayar.
Model transaksi ini dirancang menyerupai pembelian pulsa untuk memudahkan pengguna mengontrol biaya operasional.
>>> Taylor Swift Kembali ke Country di Lagu Tema Toy Story 5
Ryan Gondokusumo menjelaskan bahwa setiap penggunaan tools AVO AI akan memotong token yang dimiliki pengguna. Pengisian token tersedia mulai dari harga US$49.
Update Terbaru
Tekanan Pasar Keuangan Domestik Masih Bayangi Investor, Ini Saran Perencana Keuangan
Jumat / 05-06-2026, 18:08 WIB
GitLab PHK 350 Karyawan demi Investasi Infrastruktur AI
Jumat / 05-06-2026, 18:08 WIB
GitLab PHK 14 Persen Karyawan, Fokus Investasi AI
Jumat / 05-06-2026, 18:07 WIB
WHO: Keracunan Makanan Sebabkan 1,5 Juta Kematian per Tahun
Jumat / 05-06-2026, 18:07 WIB
FIFA Larang Penonton Bawa Botol Minum di Piala Dunia 2026
Jumat / 05-06-2026, 18:06 WIB
IHSG Anjlok ke Level 5.692 Akibat Tekanan Jual Investor Asing
Jumat / 05-06-2026, 18:04 WIB
KJP Plus Tahap I 2026 Cair Mulai 5 Juni untuk 707.477 Murid
Jumat / 05-06-2026, 18:04 WIB
Sarwendah Minta Maaf dan Bantah Persulit Ruben Onsu Bertemu Anak
Jumat / 05-06-2026, 18:04 WIB
Sabar/Reza Kalahkan Wakil China, Lolos ke Perempat Final Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 18:02 WIB
Harga Toyota Kijang Innova Reborn Diesel Bekas Masih Stabil di Atas Rp300 Juta
Jumat / 05-06-2026, 18:02 WIB
Pelaku Usaha Nikel Diversifikasi Impor Sulfur Imbas Konflik Timur Tengah
Jumat / 05-06-2026, 18:02 WIB
Andoni Iraola Resmi Jadi Manajer Baru Liverpool Gantikan Arne Slot
Jumat / 05-06-2026, 18:01 WIB
OJK Pastikan Revisi Aturan Rencana Bisnis Bank Tak Intervensi Kredit
Jumat / 05-06-2026, 18:01 WIB
Belanja Negara Tembus Rp1.059,3 Triliun per Mei 2026
Jumat / 05-06-2026, 18:01 WIB






