Penerapan teknologi modern menjadi solusi untuk mengatasi hambatan visibilitas operasional. Penggunaan Manufacturing Execution System (MES) dinilai menjadi jembatan penting yang menghubungkan seluruh elemen di area produksi.

"MES memungkinkan mesin, operator, sistem produksi, dan platform bisnis terhubung dalam satu lingkungan operasional yang terintegrasi," jelasnya.

Sistem ini mengumpulkan data mesin secara otomatis dan real-time untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada manajemen. Melalui pemantauan Overall Equipment Effectiveness (OEE), efisiensi dan downtime dapat diukur terus-menerus.

"Ketika terjadi penyimpangan kualitas atau downtime, sistem dapat langsung memberikan notifikasi sehingga tim dapat melakukan intervensi lebih cepat," kata Vincent.

Integrasi data lintas fungsi ini diproyeksikan menjadi kunci utama pertumbuhan industri manufaktur dalam beberapa tahun mendatang.

Pemimpin pasar masa depan ditentukan oleh kecepatan, presisi, dan kesadaran operasional yang tinggi.

>>> CIMB Niaga: Depresiasi Rupiah Belum Ganggu Pertumbuhan Simpanan

"Produsen yang akan memimpin fase pertumbuhan industri berikutnya bukan hanya mereka yang mampu memproduksi lebih banyak, tetapi mereka yang dapat beroperasi dengan kecepatan, presisi, dan kesadaran operasional yang lebih tinggi di setiap level organisasi," ujarnya.