Dari sektor domestik, performa ekonomi luar negeri Indonesia masih dicermati setelah penurunan pasokan devisa akibat anjloknya surplus neraca perdagangan menjadi US$0,09 miliar pada rilis data 2 Juni 2026.

"Pergerakan arus modal asing, langkah stabilisasi Bank Indonesia, serta konsistensi kebijakan ekonomi pemerintah akan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan rupiah," jelas Muhammad Amru Syifa.

Untuk rentang pergerakan sepekan ke depan, Muhammad Amru Syifa memproyeksikan rupiah akan berfluktuasi pada kisaran Rp 17.950 hingga Rp 18.150 per dolar AS.

>>> Veda Ega Pratama Peringkat Ke-26 di FP1 Moto3 Hongaria

Sementara itu, Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak sedikit lebih lebar pada rentang Rp 17.950 sampai Rp 18.250 per dolar AS.