Pemasangan baliho bergambar SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi di sejumlah wilayah luar Kota Solo menuai protes keras dari kubu Paku Buwono XIV Purbaya.

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Edy Wirabhumi, mengonfirmasi bahwa baliho telah terpasang di Kabupaten Kudus dan Demak.

>>> Persib Bandung Masuk Grup B ASEAN Club Championship 2026-2027

Rencana perluasan lokasi pemasangan mencakup wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Ngawi, Boyolali, Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara, hingga Magelang.

Menurut Edy, aksi ini merupakan gerakan sukarela dari masyarakat yang memiliki keterikatan historis dengan Keraton Solo.

"Ada permintaan dari daerah-daerah, diizinkan juga pasang (baliho). Iya (luar kota Solo), lebih (dari 10 titik).

Sebagian daerah-daerah sudah pasang ternyata seperti Kudus dan Demak," kata Edy.

Pihak LDA mencatat pergerakan ini diinisiasi oleh komunitas lokal yang telah berkomitmen menjaga kelestarian adat sejak puluhan tahun silam.

Edy menerangkan bahwa kesadaran kultural para pendukung di daerah tersebut bukan fenomena mendadak.

"Karena mereka berinisiatif dari daerah-daerah itu, mereka merasa dia ini bagian dari apa ya, keluarga besar yang turut berjuang.

Mereka kan merasa, merasakan proses dari awal bagaimana berjuang mempertahankan adat dan tradisi budaya itu. Bahkan spirit mereka itu terbangun sejak tahun 2004.

>>> KPK Usut Dugaan Korupsi Impor Bea Cukai, Djaka Budhi Utama Buka Suara

Jadi bukan tiba-tiba sekarang ini," terang Edy.

Pemasangan baliho ini dikoordinasikan oleh jaringan kelompok masyarakat di bawah naungan LDA.

Saat ini, persiapan penambahan titik baru terus berjalan, termasuk untuk wilayah di dalam Kota Solo.

"Nah, daerah-daerah lain ini yang sudah ada hampir 60 titik di berbagai wilayah itu.

Kalau Solo sedang berproses di titik-titik lain dan, ya insyaallah akan makin banyak," tutur Edy.

Reaksi penolakan datang dari struktur kepemimpinan resmi versi Paku Buwono XIV Purbaya yang menganggap langkah LDA tidak memiliki dasar urgensi kepemimpinan.

Juru bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, menegaskan bahwa operasional dan kepemimpinan di Keraton Solo tetap berjalan normal pasca-wafatnya PB XIII pada 2 November 2025.

>>> Indofood Group Buka Lowongan Kerja hingga 30 Juni 2026, Lulusan SMA-S1 Bisa Daftar

"Kami sangat menyayangkan adanya hal tersebut karena sudah jelas bahwa Keraton Solo tidak ada kekosongan pemimpin," ujar Singonagoro pada Senin (1/6/2026).