Masalah ketidakseimbangan antar sel atau cell imbalance pada baterai lithium-ion motor listrik dapat muncul secara alami seiring bertambahnya usia pemakaian kendaraan.

Pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Abdulah, menjelaskan bahwa gangguan ini tidak selalu disebabkan oleh kesalahan pengguna.

>>> OJK Catat Piutang Multifinance Tembus Rp514,65 Triliun per April 2026

"Banyak hal sih.

Sebenarnya, kalaupun pemakaian normal juga, nanti lambat laun, berjalan dengan usianya, dia akan ketemu itu juga pastinya," kata Abdulah.

Proses Pengisian Daya dan Peran BMS

Satu paket baterai terdiri dari rangkaian banyak sel yang bekerja simultan dengan pengawasan sistem elektronik Battery Management System (BMS).

BMS berfungsi mengendalikan arus pengisian daya serta memantau parameter seperti tegangan dan suhu agar tetap aman.

Proses pengisian daya listrik yang mengalir antarsel secara bertahap memicu potensi perbedaan kapasitas tampung atau tegangan listrik.

Akibatnya, distribusi pasokan daya ke setiap sel menjadi tidak merata saat kendaraan digunakan.

>>> PB Akuatik Gelar Dua Kejuaraan Renang Perairan Terbuka di Bali

Masalah teknis muncul saat salah satu sel mencapai kapasitas maksimum lebih cepat daripada sel lainnya.

Sensor BMS otomatis memutus total arus pengisian daya karena mendeteksi batas atas pengisian telah terpenuhi, meskipun sel lain belum terisi optimal.

"Tapi ada satu sel yang sudah penuh duluan, terbaca sama BMS-nya sudah penuh nih, lalu dihentikan, sedangkan yang lain belum rata.

Nah gitu, kebanyakan seperti itu," kata Abdulah.

Penumpukan kondisi ketidakseimbangan sel baterai yang terjadi terus-menerus pada akhirnya memicu penurunan jarak tempuh kendaraan.

>>> Mantan Eksekutif Square Enix Ungkap Alasan Gamer Muda Tak Tertarik Game Baru

Gejala lain yang dapat dirasakan pengguna meliputi indikator kapasitas baterai yang tidak akurat hingga penurunan performa motor.