Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil ditutup di zona hijau pada akhir pekan. Mata uang Garuda tercatat menguat tipis 0,07 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data dari Investasi, rupiah spot berada di posisi Rp 18.036 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan Jumat, 5 Juni 2026.

>>> OJK Catat Premi Asuransi Komersial Turun Tipis Jadi Rp116 Triliun per April 2026

Pada hari Kamis, rupiah masih bertengger di level Rp 18.049 per dolar AS.

Meskipun menguat secara harian, performa rupiah dalam sepekan terakhir justru melemah.

Mata uang domestik ini turun 0,86 persen dari posisi akhir pekan lalu yang berada di Rp 17.881 per dolar AS.

Mata Uang Asia Bervariasi

Pergerakan positif rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga perkasa terhadap dolar AS. Rupee India memimpin penguatan dengan kenaikan 0,50 persen.

Mata uang Asia lain yang menguat meliputi peso Filipina naik 0,21 persen, dolar Singapura naik 0,06 persen, dan yen Jepang naik 0,04 persen.

>>> SpaceX Blokir Akses Dokumen IPO di China dan Hong Kong

Baht Thailand naik 0,03 persen, yuan China naik 0,02 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,006 persen.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia melemah terhadap greenback.

Won Korea memimpin pelemahan dengan merosot 0,55 persen, disusul ringgit Malaysia turun 0,48 persen, dan dolar Taiwan melemah 0,09 persen.

Indeks dolar AS menunjukkan tren penurunan.

>>> Jadwal Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia berada di level 99,26, turun dari posisi sebelumnya 99,41.