"Jangan takut untuk mengambil jalan keluar dari perang ini. Itulah hal utama yang saat ini dituntut dari Anda," tulis Zelensky.

>>> Premi Asuransi Jiwa Tradisional Kuartal I-2026 Turun 2,9 Persen

Konsekuensi politik internal di Rusia akibat perang yang tidak kunjung usai menjadi poin penutup dari pesan yang dikirimkan.

Zelensky mengingatkan kembali catatan sejarah mengenai perubahan kepemimpinan yang kerap terjadi di Moskow.

"Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita — antara saya dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan.

Jika Anda secara pribadi tidak sampai pada kesimpulan bahwa sudah waktunya mengakhiri perang ini, maka Ukraina akan terus berjuang untuk mempertahankan eksistensinya."

Zelensky menutup suratnya dengan sebuah peringatan psikologis bagi sang presiden Rusia.

"Ini adalah fakta dalam sejarah Rusia yang tentu Anda pahami dengan baik: ketika Rusia mulai lelah, perubahan akan datang."

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menegaskan bahwa pengiriman surat ini dilakukan secara resmi melalui saluran diplomatik formal yang tersedia.

Lewat keterangan digitalnya, Sybiha menyebut inisiatif ini sebagai draf penyelesaian yang rasional.

"Ini adalah usulan yang serius dan bermakna untuk mengakhiri perang, dengan langkah-langkah yang jelas, realistis untuk dilaksanakan, serta undangan untuk pertemuan secara langsung," tulis Sybiha.

Pemerintah Ukraina kini menanti sikap resmi dari Moskow atas tawaran tersebut demi menghentikan konflik bersenjata.

"Kami mengharapkan respons yang bermakna terhadap usulan ini. Sudah waktunya mengakhiri perang.

Sudah waktunya memilih perdamaian," tambah Sybiha.

Respons awal datang dari Moskow yang menyatakan bahwa pihak istana telah menerima dokumen surat terbuka tersebut.

>>> Harga Bitcoin dan Kripto Kompak Melemah pada 5 Juni 2026

Kremlin mengonfirmasi bahwa isi dari proposal perdamaian Zelensky akan segera dilaporkan dan dipelajari oleh Presiden Vladimir Putin.