Maraknya insiden kebakaran sepeda motor listrik di wilayah Semplak, Bogor, dipicu oleh modifikasi komponen yang tidak diimbangi pemilihan kabel fase yang tepat.

Pemilik Bogor Battery Electric Motion (BEMo), Hernest, menjelaskan bahwa risiko kebakaran sebenarnya bisa dihindari dengan penggunaan suku cadang yang sesuai.

>>> Daihatsu Klarifikasi Isu Penutupan 11 Outlet Asco Automotive

"Selama kendaraan listrik itu didukung dengan part yang tepat, hal yang menjadikan unit itu terbakar sebenarnya tidak akan terjadi," ujar Hernest.

Penyebab Utama Kebakaran

Kapasitas arus komponen hasil modifikasi yang tidak sesuai dengan kekuatan kabel penghantar menjadi titik krusial munculnya percikan api.

Pemilik kendaraan sering meningkatkan kapasitas baterai dan controller, namun tetap mempertahankan kabel fase bawaan yang berukuran kecil.

Hal ini memicu panas ekstrem dan korsleting.

Hernest menegaskan, "Yang bisa menyebabkan kebakaran itu baterai upgrade, controller upgrade, tapi kabel fasenya itu tidak didukung dengan yang kuat."

>>> Wuling Daftarkan Nama Aira ev di PDKI, Calon Mobil Listrik Baru

Ia menambahkan bahwa minimal kabel fase harus disesuaikan, misalnya dibuat 800 atau 1.000 watt.

Penyebab lain adalah penggunaan kabel utama yang tidak sesuai standar kendaraan listrik, seperti kabel salon atau sound system.

"Itu kan enggak bisa, pasti terbakar. Nah, itu yang menyebabkan sering terbakarnya seperti itu," jelas Hernest.

Proses perakitan dan servis sel baterai juga memerlukan penanganan khusus menggunakan alat las spesifik kendaraan listrik, bukan solder timah biasa.

Sambungan solder biasa rentan lepas dan berpotensi memicu loncatan bunga api di dalam pelindung baterai.

>>> Veda Ega Pratama Jaga Posisi Lima Besar Moto3 2026

"Penyambungan atau welding itu bukan disolder, tapi di las. Lasnya juga bukan las biasa, tapi las khusus untuk baterai kendaraan," tambah Hernest.