"Untuk tahun ini kami menargetkan sekitar tiga unit.

>>> Nonton Drakor Teach You a Lesson Tayang 10 Episode Sekaligus di Netflix, Simak Sinopsis dan Jadwal Nontonnya

Untuk harga di atas Rp5 miliar, menurut saya itu cukup baik dalam kondisi sekarang," ujar Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto.

Proyek hunian terbatas ini dibangun di atas lahan seluas 2.600 meter persegi dengan total kapasitas hanya 16 unit rumah setinggi 3,5 lantai yang dipasarkan pada kisaran harga Rp5 miliar hingga Rp6 miliar per unit.

Vice President Operations Pudjiadi Prestige, Michael Pudjiadi, menjelaskan bahwa kompleks perumahan ini dirancang dengan konsep prestige living yang menerapkan sistem one gate dan keamanan terintegrasi demi privasi penghuni.

"SOLEA Lebak Bulus kami rancang sebagai respons terhadap kebutuhan akan hunian yang lebih tenang di tengah dinamika Jakarta.

Dengan jumlah unit yang terbatas dan pendekatan desain yang berfokus pada cahaya alami serta keseimbangan ruang, kami ingin menghadirkan pengalaman tinggal yang lebih personal, refined, dan relevan dengan gaya hidup urban masa kini," ujarnya.

Michael Pudjiadi menambahkan bahwa segmen rumah mewah dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang menjanjikan di tengah tekanan yang melanda segmen rumah menengah ke bawah.

"Segmen atas atau luxury masih oke, asal konsep produknya bagus dan desainnya bagus," katanya.

Vice President Finance Pudjiadi Prestige, Veriko Sasetya, mengonfirmasi bahwa respons pasar pada tahap awal ini tergolong positif dengan masuknya belasan pertanyaan dari calon konsumen setiap pekan.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Baru

Agenda RUPS tersebut juga meresmikan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk periode masa jabatan 2026 hingga 2029.

>>> Main Tebak Gambar Nama Hewan untuk Uji Ketajaman Berpikir

Struktur Dewan Komisaris kini diisi oleh Komisaris Utama Kosmian Pudjiadi, Komisaris Ariyo Tejo, dan Komisaris Independen Octavianus Halim, sedangkan jajaran Direksi ditempati oleh Direktur Utama Damian Pudjiadi bersama Direktur Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto.