Manipulasi Psikologis Dominasi Lonjakan Kejahatan Siber di Indonesia

Aksi kejahatan siber di Indonesia saat ini semakin didominasi praktik manipulasi psikologis pengguna atau social engineering.
Kondisi ini menandai pergeseran taktik pelaku yang kini lebih mengincar kelengahan manusia sebagai pintu masuk utama penipuan digital, alih-alih meretas sistem.
>>> 6 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 2026
Fenomena ini memicu kerugian besar di tengah masyarakat akibat penipuan transaksi keuangan yang menembus angka Rp9,1 triliun.
Menanggapi situasi tersebut, para pelaku industri menilai peningkatan pemahaman dan literasi keamanan digital menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Data dan Metode Serangan
Berdasarkan data Tiger Research, teknik manipulasi psikologis menjadi pemicu 74,7% dari total kerugian industri Web3 pada kuartal I/2026.
Persentase tersebut melonjak signifikan dibandingkan data tahun 2025 yang tercatat sebesar 64,3%.
Metode serangan yang diluncurkan penjahat siber juga kian bervariasi, meliputi phishing, layanan konsumen palsu, situs replika, nomor telepon bodong, hingga tautan berbahaya yang meniru saluran resmi perusahaan di halaman pencarian.
Eskalasi ancaman ini berjalan beriringan dengan melonjaknya intensitas serangan siber di dalam negeri.
Catatan BSSN menunjukkan ada sekitar 5,5 miliar serangan siber sepanjang tahun 2025, atau melesat tujuh kali lipat dari rata-rata tahunan periode 2020—2024.
Laporan OJK bersama Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mengungkapkan akumulasi kerugian masyarakat akibat penipuan transaksi keuangan sejak 2024 hingga Januari 2026 telah menyentuh Rp9,1 triliun.
Pernyataan CEO Indodax
Perubahan pola kejahatan siber ini turut dikonfirmasi oleh CEO Indodax, William Sutanto.
Ia menjelaskan terdapat pergeseran target yang nyata dari para pelaku kejahatan siber belakangan ini.
"Saat ini pelaku kejahatan tidak selalu berusaha membobol sistem yang kompleks.
>>> Tujuh Emiten Bayar Dividen pada 5 Juni 2026, BRIS dan ISAT Paling Besar
Update Terbaru
7 HP Oppo RAM 8GB Terbaru 2026: Baterai Jumbo hingga Layar AMOLED
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
IHSG Anjlok ke 5.692,15, Saham Bank Raksasa Jadi Pemicu
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
Film Colony Tembus 4 Juta Penonton di Korea Selatan
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
BPK Temukan Potensi Kerugian PT BTN Rp1,33 Triliun Akibat KPR Bermasalah
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
Truk Impor China Ancam Industri Karoseri Nasional, Banyak Usaha Gulung Tikar
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Film Animasi Garuda Di Dadaku Tayang 11 Juni 2026, Bertepatan Piala Dunia
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Chen Yu Fei Hentikan Langkah Putri Kusuma Wardani di Perempat Final Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Makna Spiritual dan Praktik Ayat Summum Bukmun Umyun dalam Kehidupan
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Cara Mudah Sedekah Subuh dari Rumah, Tak Perlu ke Masjid
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Kemendikdasmen Umumkan Rata-rata Nilai TKA SD dan SMP 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Sikapi FOMO Anak terhadap Idola, Orangtua Jangan Langsung Melarang
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Telkom Indonesia Buka Suara soal OTT Komisaris Silmy Karim
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Timnas U19 Indonesia Kalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Kemendikdasmen Salurkan PIP Termin Kedua hingga September 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:02 WIB






