Pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi Amerika Serikat melonjak tajam pada Mei 2026. Angkanya mencapai 38.242 posisi, tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir.

Data dari Challenger, Gray & Christmas Inc menunjukkan angka tersebut menjadi yang terbanyak sejak Agustus 2024. Lonjakan ini terjadi di tengah derasnya investasi perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI).

>>> Kementerian ESDM Kaji Skema Gross Split untuk Tambang Minerba

Secara akumulatif, sepanjang 2026 sektor teknologi telah mengumumkan 123.653 PHK. Jumlah itu naik lebih dari 65% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kondisi berbeda terjadi pada sektor swasta secara keseluruhan. Pengumuman PHK di luar teknologi justru turun 7% dalam lima bulan terakhir.

Chief Revenue Officer Andy Challenger mengatakan AI kini menjadi alasan utama perusahaan melakukan PHK. "Pasar tenaga kerja sedang dibentuk kembali oleh teknologi secara real-time," ujarnya.

Restrukturisasi berbasis AI telah diumumkan oleh korporasi besar seperti Meta Platforms Inc., Intuit Inc., dan Cisco Systems Inc. Hal ini sejalan dengan tren pengurangan pekerja di sektor teknologi.

>>> AS Kenakan Bea Masuk Tambahan 10 Persen untuk Ekspor Indonesia

Meski PHK marak, pengajuan asuransi pengangguran belum naik signifikan. Sebab, efisiensi lebih banyak menyasar posisi pekerja kantoran.

Menariknya, perusahaan teknologi juga memegang rencana perekrutan terbesar di antara seluruh sektor. Total rencana perekrutan di AS mencapai 80.472 orang sepanjang tahun ini.

Angka tersebut lebih baik dibanding 2024 dan 2025, namun masih di bawah rata-rata rekrutan pada 2019-2023.

>>> Honor Magic V6 Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Tertipis di Dunia

Laporan ketenagakerjaan pemerintah AS diperkirakan menunjukkan penambahan 85.000 lapangan kerja pada Mei.