"Harga kopi dan cokelat yang sudah mulai menurun memberikan harapan adanya peningkatan margin pada 2026," ujar Wardhana dalam paparan publik, Kamis (4/6/2026).

Tren penurunan harga komoditas global diproyeksikan menjadi angin segar bagi kinerja keuangan Mayora.

Pengendalian biaya bahan baku yang lebih baik membuka peluang meningkatkan profitabilitas dan memperkuat penetrasi pasar domestik maupun ekspor.

Menghadapi tahun buku 2026, manajemen MYOR menargetkan penjualan mencapai Rp41,85 triliun, tumbuh 8,2 persen dari tahun 2025.

Laba bersih diproyeksikan naik 17,3 persen secara tahunan menjadi Rp3,41 triliun.

Target tersebut mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap pemulihan margin usaha dan efektivitas strategi internal. Penguatan lini produk baru terus dilakukan untuk merespons perubahan kebutuhan pasar.

>>> Saham KIJA Keluar dari IDX Sharia Growth, Manajemen Tegaskan Fundamental Aman

Dengan kombinasi efisiensi dan inovasi, saham MYOR dinilai tetap menarik bagi investor di sektor barang konsumsi.