PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tetap berkomitmen membagikan dividen tunai kepada pemegang saham meskipun harga sahamnya melemah sekitar 19 persen sejak awal tahun 2026.

Harga saham MYOR tercatat di posisi Rp1.760 pada penutupan perdagangan Kamis, 5 Juni 2026, setelah naik 10 poin secara harian.

>>> Travis Knight Hadirkan Masters of the Universe dengan Konsep Modern

Namun secara akumulatif sejak awal tahun, saham tersebut merosot 420 poin atau 19,27 persen.

Kendati demikian, emiten produsen Kopiko ini akan membagikan dividen tunai senilai Rp60 per saham dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 4 Juni 2026.

Nilai dividen tahun ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Untuk laba bersih tahun buku 2024, MYOR membagikan dividen tunai Rp55 per saham dengan total Rp1,22 triliun.

Dividen yield saham MYOR saat ini mencapai 5,88 persen, lebih dari dua kali lipat rata-rata suku bunga deposito rupiah di bank umum yang sekitar 2 persen per tahun.

Kebijakan peningkatan dividen didorong oleh kinerja keuangan positif sepanjang 2025.

PT Mayora Indah Tbk membukukan total penjualan Rp38,68 triliun, naik dari Rp36,07 triliun pada tahun buku 2024.

Meski penjualan tumbuh, perseroan menghadapi tekanan operasional akibat lonjakan harga bahan baku, terutama kopi dan kakao.

>>> BEI Buka Suspensi Saham Multi Medika Internasional (MMIX)

Direktur Umum dan Operasional Mayora Indah, Wardhana Atmadja, menyatakan fluktuasi harga komoditas tersebut berdampak signifikan pada biaya produksi dan margin keuntungan.

Untuk menjaga daya saing, manajemen Mayora menerapkan strategi inovasi produk baru, peningkatan efisiensi, dan pengelolaan biaya produksi yang terukur.