Jika dirata-rata, robot-robot tersebut melakukan satu tindakan koreksi setiap 1 menit 43 detik.

>>> Wisudawan di AS Serentak Ejek Bos Teknologi saat Pidato soal AI

Sistem pengenalan visual pada robot memungkinkannya mendeteksi pengendara motor tanpa helm, mobil yang melewati garis marka, boncengan lebih dari satu orang, hingga pejalan kaki di jalur kendaraan.

Robot akan mengeluarkan teguran suara lewat pengeras suara secara otomatis saat mendeteksi pelanggaran tersebut.

Jika pengguna jalan mengabaikan peringatan hingga tiga kali, sistem langsung merekam data pelanggaran dan mengirimkannya ke pusat kendali kepolisian lalu lintas untuk proses penindakan lebih lanjut.

Fungsi Layanan Informasi Wisatawan

Selain mengawasi jalan, Hangjing Zhixing juga berfungsi sebagai pusat informasi interaktif bagi para pelancong di area West Lake.

Pengunjung dapat memanfaatkan layar pada tubuh robot dan menekan tombol "speak" untuk berkomunikasi.

Model bahasa AI yang tertanam membuat robot ini mampu memahami pertanyaan seputar arah jalan dan memberikan rekomendasi rute perjalanan terbaik berdasarkan pantauan kondisi lalu lintas secara real-time.

Efisiensi Beban Kerja Polisi Manusia

Kehadiran teknologi ini bertujuan untuk mereduksi beban kerja kepolisian yang bersifat repetitif dan melelahkan, bukan menggantikan peran manusia sepenuhnya.

Tugas melelahkan seperti meniup peluit atau mengarahkan arus kendaraan dalam durasi lama kini dialihkan ke robot.

Melalui pembagian tugas ini, polisi manusia dapat beralih fokus pada tanggung jawab yang memerlukan keputusan kompleks, seperti penanganan kecelakaan lalu lintas, penindakan pelanggaran berat, dan manajemen situasi darurat.

Robot ini juga sudah menguasai delapan gerakan standar pengaturan lalu lintas yang disahkan Kementerian Keamanan Publik China.

>>> Google Luncurkan Gemma 4 12B, Model AI Multimodal untuk Laptop

Seluruh gerakan tersebut dapat disinkronkan secara otomatis dengan perubahan lampu lalu lintas di persimpangan jalan.