Belakangan ini, wisudawan di kampus-kampus Amerika Serikat (AS) kompak mengejek para bos perusahaan teknologi dan bidang lainnya saat mereka berpidato soal Artificial Intelligence (AI).

Pasalnya, pidato soal AI dari para petinggi perusahaan itu seakan tidak mencerminkan realita hari ini, terutama pada masalah pasar tenaga kerja yang menjadi keresahan wisudawan.

>>> Google Luncurkan Gemma 4 12B, Model AI Multimodal untuk Laptop

Para wisudawan yang bakal mencari kerja ini resah karena menghadapi kondisi pasar tenaga kerja, di mana banyak perusahaan membenarkan aksi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal atas dasar efisiensi akibat AI.

Ejekan untuk Petinggi Tavistock Development Company

Pada 8 Mei lalu, Gloria Caulfield, Wakil Presiden Kerjasama Strategis Tavistock Development Company, mendapatkan ejekan saat berpidato di hadapan wisudawan Universitas Central Florida.

Gloria mengatakan, “kemunculan AI adalah Revolusi Industri berikutnya”. Selepas mengatakan itu, ia mendapatkan sorakan dan boo dari wisudawan.

Meski disoraki, ia tetap optimis dengan AI sembari menceritakan kisah orang sukses seperti Jeff Bezos yang bisa beradaptasi dengan disrupsi teknologi.

Pidato soal AI dan disrupsi teknologi dari Gloria itu dinilai menghina upaya para wisudawan untuk mengubah keadaan dan tidak memiliki kepekaan, menurut seorang wisudawan School of Communication and Media, Houda Eletr.

“Berdiri di depan kelas lulusan yang terdiri dari seniman dan komunikator, lalu membahas Jeff Bezos dan Howard Schultz, sama saja dengan menghina upaya kita untuk mengubah keadaan,” kata Houda Eletr, sebagaimana dilansir The New York Post, Rabu (3/6/2026).

“Saya malu harus menanggung wisuda yang paling memalukan, tak terhindarkan, tidak peka, dan seperti iklan. Boo buat AI dan boo agenda Anda,” imbuh Eletr.