Rusia menargetkan produksi emas domestik mencapai 500 ton pada tahun ini. Capaian itu berpotensi menggeser posisi China sebagai produsen logam mulia terbesar di dunia.

Target ambisius tersebut dilansir dari Investor Daily melalui laporan Mining pada Kamis (4/6/2026).

>>> Ganda Putri Indonesia Pastikan Satu Tempat di Semifinal Indonesia Open 2026

Sektor keuangan Moskow kini berada di bawah pengawasan ketat global akibat konflik dengan Ukraina.

Proyeksi ini mengejutkan karena pemerintah Rusia menutup rapat informasi internal sejak dua tahun lalu. Moskow belum merilis data resmi produksi emas mentah sejak perselisihan geopolitik pecah pada 2022.

Perkiraan Melonjak 50 Persen

Perkiraan angka pasokan terbaru tercatat sekitar 50 persen lebih tinggi dibandingkan data Dewan Emas Dunia (WGC). WGC sebelumnya mengestimasi hasil tambang Rusia hanya 330 ton pada 2024.

WGC menempatkan Rusia sebagai produsen emas terbesar kedua di bawah China yang memimpin dengan 380 ton.

>>> KPK Tetapkan Silmy Karim Tersangka Korupsi Dokumen Keimigrasian

Catatan internal Kementerian Keuangan Rusia menunjukkan total output emas sempat melampaui pasokan tambang 50-60 ton per tahun dalam kurun 2018-2021.

Para analis komoditas menilai tingginya harga pasar global dan tekanan ekonomi domestik berpotensi mendongkrak pasokan emas sisa.

Laporan Bloomberg mengindikasikan Bank Sentral Rusia telah mengumpulkan cadangan emas senilai lebih dari US$ 4 miliar.

Otoritas moneter dilaporkan melepas sekitar 28 ton emas ke pasar internasional setelah mulai mengurangi kepemilikan aset pada 2024.

>>> Turkiye Rancang Jalur Kereta Baru Antisipasi Krisis Selat Hormuz

Langkah ini diambil untuk menutupi defisit anggaran akibat pembiayaan perang di Ukraina.