Nissan Primera Kembali sebagai Mobil Listrik Buatan China
Nissan secara resmi menghidupkan kembali nama Primera setelah hampir dua dekade absen dari pasaran.
Namun, model terbaru ini bukan lagi sedan keluarga bermesin bensin, melainkan mobil listrik murni yang berasal dari China.
>>> Jason Momoa Modifikasi Bentley Blower Jnr dengan Sentuhan Kustom Ekstrem
Nissan Primera EV melakukan debut publik di Philippine International Motor Show (PIMS) bersama dengan X-Trail e-Power dan beberapa model elektrifikasi lainnya.
Mobil ini pada dasarnya adalah Nissan N7 buatan China yang diubah badge-nya menjadi Primera.
Sejarah Panjang Primera
Primera asli pertama kali diperkenalkan pada 1990 dan bertahan hingga tiga generasi sebelum produksi berakhir pada 2007.
Model ini pernah dijual dalam varian sedan, liftback, dan wagon, serta meraih prestasi di British Touring Car Championship.
Di Amerika Serikat, Primera dikenal sebagai Infiniti G20 dari 1990 hingga 2002.
Primera EV baru memiliki sedikit kesamaan dengan pendahulunya selain lencana di bagasi.
Spesifikasi dan Dimensi
Berdasarkan dokumen sertifikasi Filipina, Primera EV memiliki panjang 4.930 mm dan jarak sumbu roda 2.915 mm, lebih besar dari Toyota Camry.
>>> Classic Recreations Bangkit dari Kebangkrutan, Kini Bangun Mustang Rp12 Miliar
Mobil ini ditenagai motor listrik tunggal dengan tenaga 215 hp (160 kW) dan torsi 225 lb-ft (305 Nm).
Baterai berkapasitas 60 kWh memberikan klaim jarak tempuh sekitar 500 km.
Secara visual, Primera EV hampir tidak berubah dari N7, dengan profil fastback, gagang pintu rata, dan elemen LED lebar.
Strategi Ekspor dari China
Peluncuran ini merupakan langkah awal strategi ekspor baru Nissan yang disebut 'From China'.
China akan menjadi pusat inovasi dan manufaktur untuk produk global Nissan di masa depan.
Nissan belum mengumumkan harga atau tanggal penjualan, tetapi spesifikasi lengkap akan diungkap mendekati peluncuran.
>>> Subaru Levorg Layback Hybrid Tampil dengan Wajah Impreza
Primera EV telah dikonfirmasi akan dijual di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan kemungkinan Eropa.
Update Terbaru
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan Indonesia Masuk Katering Arab Saudi
Jumat / 05-06-2026, 01:20 WIB
Laptop Edisi Terbatas Ferrari-HP Dibanderol Rp 90 Jutaan
Jumat / 05-06-2026, 01:18 WIB
Pemerintah Hormati Proses Hukum KPK dan Kejagung Terkait Korupsi Pejabat
Jumat / 05-06-2026, 01:16 WIB
FIFA Siapkan Hadiah Rp 15,5 Triliun untuk Piala Dunia 2026
Jumat / 05-06-2026, 01:12 WIB
PN Jakarta Pusat Tolak Gugatan Tito Sulistio terhadap Jusuf Hamka
Jumat / 05-06-2026, 01:12 WIB
Pemerintah Revisi UU P2SK untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Jumat / 05-06-2026, 01:12 WIB
Maja Chwalińska Tembus Final Roland Garros 2026 Usai Tekuk Diana Shnaider
Jumat / 05-06-2026, 01:06 WIB
FAM Setujui 94 Amandemen Statuta Usai Dikritik AFC
Jumat / 05-06-2026, 01:04 WIB
UI dan Binus University Bersaing Kembangkan Desa Wisata Kakaskasen Dua
Jumat / 05-06-2026, 01:04 WIB
IHSG Anjlok 206 Poin Akibat Tekanan Geopolitik dan Domestik
Jumat / 05-06-2026, 01:01 WIB
KPK Tetapkan Silmy Karim Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA
Jumat / 05-06-2026, 01:00 WIB
Maja Chwalińska Tembus Final Roland Garros Berkat Sembilan Kemenangan Beruntun
Jumat / 05-06-2026, 00:56 WIB
Studio Anime Hunter x Hunter 1999 Ajukan Gugatan Hukum Pertama di AS atas Hak Cipta Chibi Maruko-chan
Jumat / 05-06-2026, 00:52 WIB
Kurs Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Tertekan Konflik Global
Jumat / 05-06-2026, 00:51 WIB






