Tim nasional Prancis menelan kekalahan perdana dalam pertandingan uji coba di bawah kepelatihan Didier Deschamps. Mereka ditumbangkan Pantai Gading di Stadion Beaujoire, Nantes, pada Kamis malam.

Hasil minor ini menjadi catatan terburuk kekalahan laga pemanasan Les Bleus sejak tumbang dari China dengan skor 0-1 pada tahun 2010 silam.

>>> Hakan Safi Janji Bawa Pemain Bintang ke Fenerbahce

Kekalahan bersejarah dari tim Afrika ini memberikan pelajaran penting bagi Prancis. Performa para pemain pengganti dinilai kurang maksimal dan membuktikan tim masih memerlukan stabilitas formasi.

Banyaknya pergantian pemain diakui mengganggu ritme permainan tim. Deschamps tidak dapat menurunkan sebelas pemain utama yang dipersiapkan untuk menghadapi Senegal dalam dua belas hari mendatang.

Evaluasi langsung diberikan oleh sang pelatih kepala terkait performa anak asuhnya pascapertandingan tersebut.

"It’s a defeat, so it never feels good, even if we did good things, especially in the first half.

In second, it was more difficult for us. The numerous changes have not necessarily helped.

We will have the equivalent in front of us on the 16th (Senegal, editor’s note). There are no excuses to be had.

>>> Investor Lepas Saham Teknologi Usai Laporan Laba Broadcom Mengecewakan

African teams are super motivated when they play against France. It was important to distribute the playing time.

The group is complete, but not all the players could be used this evening," ujar Didier Deschamps kepada TF1.

Eksperimen strategi dengan melakukan sepuluh pergantian pemain diakui Deschamps membuat koordinasi antarlini menjadi tidak otomatis. Hal itu berakibat fatal pada proses terjadinya gol kedua lawan.

"It’s a reminder, you shouldn’t see yourself as more beautiful than you are. I don’t want to dramatize, these are preparation matches.

There are errors, different levels. I made 10 changes, there were no automatic changes.

We were late several times, especially on the second goal," kata Deschamps.

>>> Mayora Indah Bagikan Dividen Tunai Rp60 Per Saham

Meski enggan membesarkan masalah ini, juru taktik Les Bleus tersebut menegaskan bahwa kepemilikan bakat besar bukan jaminan otomatis bagi Prancis untuk memenangkan Piala Dunia.