Bocah 7 Tahun di India Sembuh dari Gagal Ginjal Stadium 5 Tanpa Cuci Darah
Seorang bocah berusia 7 tahun di India didiagnosis menderita gagal ginjal kronis stadium 5. Kelainan bawaan lahir menjadi pemicu utama kondisi medis tersebut.
Pasien mulai menunjukkan gejala sejak pertengahan 2025. Gejala meliputi penurunan nafsu makan, kelelahan ekstrem, tubuh membengkak, penurunan aktivitas, dan berkurangnya produksi urine.
>>> Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Turun Rp 15.000 per Gram
Setelah dibawa ke rumah sakit, tim medis menemukan bahwa penurunan fungsi ginjal disebabkan oleh Congenital Anomalies of the Kidney and Urinary Tract (CAKUT).
CAKUT adalah kelainan bawaan yang mengganggu struktur sistem kemih dan ginjal.
Pada kasus ini, kedua ginjal pasien mengalami hipodisplasia sehingga ukurannya sangat kecil. Akibatnya, fungsi penyaringan organ merosot tajam.
Pasien sempat menjalani beberapa sesi dialisis atau cuci darah. Namun, mengingat usianya yang masih muda, dokter memutuskan mencari alternatif pengobatan lain.
Metode Konservatif sebagai Alternatif
Dokter mengambil langkah berani dengan menghentikan cuci darah dan beralih ke metode konservatif. Pasien mendapatkan perawatan intensif selama 7 hingga 10 hari.
>>> Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, dan Sagitarius: Ujian Komitmen dan Emosi
Fokus utama perawatan adalah menstabilkan fungsi tubuh dan memperlambat kerusakan organ. Metode ini mengombinasikan obat-obatan, pengawasan medis ketat, pengaturan pola makan, dan modifikasi gaya hidup.
Tubuh pasien merespons pengobatan dengan sangat baik. Kondisi kesehatannya berangsur membaik dan kini stabil tanpa perlu cuci darah.
Meskipun telah pulih, pasien tetap menjalani pemeriksaan rutin selama setahun terakhir. Ia kini dapat beraktivitas normal.
Dr Neha V Pandey, konsultan nefrologi anak di Rumah Sakit Kailash, menjelaskan bahwa kelainan ginjal bawaan merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis pada anak.
Gejala awal sering tidak jelas dan baru terdeteksi di usia lebih tua.
>>> IHSG Ambles 1,70 Persen ke 5.839, ANTM dan EXCL Jadi Sorotan
Dengan deteksi dini dan penanganan tepat, perkembangan penyakit dapat diperlambat secara signifikan.
Update Terbaru
China Luncurkan Skuad Robot Polantas Pertama di Hangzhou
Jumat / 05-06-2026, 06:07 WIB
Investor Asing Jual Saham BBCA Rp 463 Miliar, IHSG Tertekan
Jumat / 05-06-2026, 06:07 WIB
Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Oman di GBK Malam Ini
Jumat / 05-06-2026, 06:07 WIB
5 Berita Terpopuler HaiBunda: Koper Kabin hingga Reuni Pemain AADC
Jumat / 05-06-2026, 06:04 WIB
5 Berita Terpopuler HaiBunda: Rekomendasi Koper Kabin hingga Reuni Pemain AADC
Jumat / 05-06-2026, 06:04 WIB
Acer Luncurkan Laptop Bisnis TravelMate Berbasis AI di Computex 2026
Jumat / 05-06-2026, 06:02 WIB
BEI Pastikan Proses IPO Tetap Berjalan Sesuai Jadwal
Jumat / 05-06-2026, 06:02 WIB
Kementerian ESDM Wajibkan Pencampuran Bioetanol Bensin Mulai Semester II 2026
Jumat / 05-06-2026, 06:00 WIB
Irak Tahan Imbang Spanyol 1-1 dalam Uji Coba Piala Dunia 2026
Jumat / 05-06-2026, 05:57 WIB
Florentino Perez Pertahankan Kylian Mbappe Jelang Pemilihan Presiden Real Madrid
Jumat / 05-06-2026, 05:56 WIB
Jadwal Film dan Sepakbola 5 Juni 2026: Tayangan Seru di TV Nasional
Jumat / 05-06-2026, 05:56 WIB
Masayoshi Son: Robot Humanoid Ciptakan Perusahaan Triliunan Dolar
Jumat / 05-06-2026, 05:56 WIB






