Jayrius Ong, seorang sopir bus SMRT berusia 23 tahun di Singapura, harus menjalani hidup dengan gagal ginjal stadium akhir.

Ia rutin menjalani dialisis dua kali seminggu.

>>> Lionel Messi Cetak Hat-trick, Argentina Tekuk Aljazair 3-0

Di balik senyum dan konten humornya di TikTok, Jayrius berjuang mencari donor ginjal.

Ia didiagnosis saat ulang tahunnya yang ke-21, ketika pemeriksaan medis untuk menjadi sopir bus mengungkap kondisi ginjalnya.

Dokter mendiagnosis kedua ginjalnya telah gagal berfungsi total.

Sejak itu, setiap Selasa dan Sabtu pukul 7 pagi, ia harus menjalani dialisis selama empat jam melalui kateter di dadanya.

Prosedur itu sangat menguras fisik. Jayrius sering merasa lelah dan mengalami kram kaki hebat setelah sesi dialisis.

Depresi bahkan sempat membuatnya kehilangan semangat hidup.

>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces: Peluang Sukses hingga Asmara

Tetap Bekerja dan Cari Donor

Meski sakit, SMRT menerimanya bekerja paruh waktu empat hari seminggu.

Jayrius menjalani shift sore hingga pukul 1 pagi, mengemudi bus selama 9,5 jam setiap hari, sama seperti rekan sehatnya.

Kini, fokus utamanya adalah mencari donor ginjal yang cocok melalui video TikTok. Ia menargetkan transplantasi pada kuartal ketiga 2026, karena kateter di dadanya berisiko infeksi tinggi.

Melalui TikTok, Jayrius ingin mendobrak stigma bahwa pasien gagal ginjal tidak produktif. Ia berkata, "Transplantasi akan berarti segalanya.

Saya bisa merasa seperti mendapatkan kembali seluruh kehidupan normal saya."

>>> Negara Asia Tenggara dengan Konsumsi Daging Babi Tertinggi, Bukan Indonesia

Keinginannya pulih bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk membuktikan bahwa kondisi medis tidak membatasi kemampuan berkarya. "Saya ingin orang melihat saya sebagai manusia normal," ujarnya.