Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Terapkan Kartu Skor Keberhasilan Pemda
Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan Kartu Skor Keberhasilan Pemerintah Daerah atau Regional Government Success Scorecard (RGSS).
Instrumen ini diluncurkan di Jakarta pada Selasa (3/6/2026) dan dirancang untuk mengukur serta mengidentifikasi faktor pendorong keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan.
>>> PB ORADO Temui Menko Kumham Imipas Usai Resmi Jadi Anggota KONI
RGSS dikembangkan oleh Chandler Governance Group (CGG) dengan dukungan Gates Foundation, bekerja sama dengan LPEM FEB UI.
Penerapan RGSS memberikan gambaran komparatif mengenai kinerja 514 pemerintah kabupaten dan kota dengan mempertimbangkan kondisi struktural masing-masing daerah.
Kolaborasi dan Tujuan RGSS
Penyusunan instrumen ini dilakukan selama satu tahun melalui diskusi dengan Kemendagri, BPS, APKASI, dan APEKSI.
CEO Chandler Governance Group Wu Wei Neng menjelaskan bahwa RGSS bukan sekadar alat pemeringkatan, melainkan instrumen diagnostik untuk memahami faktor yang memengaruhi perbedaan hasil pembangunan antarwilayah.
>>> USDA Konfirmasi Temuan Langka Lalat Screwworm di Texas Selatan
Indonesia dipilih sebagai pelopor karena memiliki sistem pemerintahan daerah yang besar dan beragam.
"Tujuan kami adalah membantu pemimpin nasional maupun daerah memahami faktor yang memengaruhi variasi hasil tata kelola dan pembangunan, sekaligus mengidentifikasi praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain," kata Wu Wei Neng.
Direktur Evaluasi Kinerja Daerah dan Peningkatan Kapasitas Kemendagri Heriyandi Roni menyambut positif inisiatif ini.
"Kami berharap inisiatif ini dapat mendukung pembelajaran yang konstruktif dan pembuatan kebijakan yang lebih terinformasi dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dan hasil pembangunan daerah," ujarnya.
>>> PBSI dan BNI Genjot Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Lewat Indonesia Open 2026
Dari sisi akademis, Kepala Kajian Bidang Keuangan Publik dan Perencanaan Pembangunan LPEM FEB UI Khoirunurrofik menilai RGSS sebagai contoh kolaborasi antara riset akademik, pemahaman konteks lokal, dan kebutuhan kebijakan praktis.
Update Terbaru
Game Boy Pocket Berusia 30 Tahun, Warisannya Masih Terasa di Genggaman Modern
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Ratusan Pemain Old School RuneScape Jadi Biksu dan Picu Perang Suci
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB







