BKN Perkuat Akreditasi Assessment Center untuk Manajemen Talenta ASN
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menegaskan perlunya memperkuat sistem akreditasi lembaga assessment center.
Hal ini demi membangun manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) nasional yang objektif dan akuntabel.
>>> IHSG Crash dan Rupiah Dekati Rp 18 Ribu, Saatnya Jaga Stabilitas
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Sidang Akreditasi lembaga assessment center periode I dan II.
Pertemuan bersama Tim Penilai Akreditasi dari Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN itu berlangsung pada Selasa (02/06/2026) di Kantor Pusat BKN, Jakarta.
Menurut Prof. Zudan, standardisasi sangat krusial agar penilaian tetap konsisten meskipun dilakukan oleh tim yang berbeda. "Akreditasi harus menghasilkan nilai yang konsisten meskipun dilakukan oleh tim yang berbeda.
Karena itu, standar dan persepsi penilai agar terus diselaraskan untuk dapat memperoleh kualitas penilaian yang semakin objektif," ujarnya.
Langkah penting berikutnya adalah penyusunan indikator kuantitatif dan pengujian reliabilitas instrumen. Hal ini untuk menjamin validitas hasil akreditasi.
>>> Aksi Jual Investor Besar Tekan Harga Bitcoin
Prof. Zudan mengingatkan agar proses tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi lebih berorientasi pada substansi dan dampak nyata layanan.
Standardisasi Instrumen dan Pemanfaatan Teknologi
Standardisasi instrumen dan metode pengukuran kompetensi dipandang sebagai pintu masuk utama dalam mengidentifikasi kemampuan pegawai. Hasil penilaian tersebut akan dikumpulkan secara terpusat untuk keperluan skala nasional.
"Data talenta ASN harus dibangun dari hasil asesmen yang memiliki standar kualitas yang sama sehingga dapat dimanfaatkan secara nasional untuk mendukung sistem manajemen talenta," pesan Prof. Zudan.
Untuk mendukung efisiensi, BKN mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi penilaian mandiri. Aplikasi ini diharapkan dapat mengurangi beban administrasi asesor.
>>> Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Kalahkan Unggulan Malaysia di Indonesia Open 2026
Sidang juga merumuskan peningkatan mekanisme monitoring serta kewajiban pelaporan berkala bagi setiap lembaga yang telah terakreditasi.
Update Terbaru
Indonesia dan Malaysia Sepakat Pererat Hubungan Bilateral di Jakarta
Jumat / 05-06-2026, 01:21 WIB
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan Indonesia Masuk Katering Arab Saudi
Jumat / 05-06-2026, 01:20 WIB
Laptop Edisi Terbatas Ferrari-HP Dibanderol Rp 90 Jutaan
Jumat / 05-06-2026, 01:18 WIB
Pemerintah Hormati Proses Hukum KPK dan Kejagung Terkait Korupsi Pejabat
Jumat / 05-06-2026, 01:16 WIB
FIFA Siapkan Hadiah Rp 15,5 Triliun untuk Piala Dunia 2026
Jumat / 05-06-2026, 01:12 WIB
PN Jakarta Pusat Tolak Gugatan Tito Sulistio terhadap Jusuf Hamka
Jumat / 05-06-2026, 01:12 WIB
Pemerintah Revisi UU P2SK untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Jumat / 05-06-2026, 01:12 WIB
Maja Chwalińska Tembus Final Roland Garros 2026 Usai Tekuk Diana Shnaider
Jumat / 05-06-2026, 01:06 WIB
FAM Setujui 94 Amandemen Statuta Usai Dikritik AFC
Jumat / 05-06-2026, 01:04 WIB
UI dan Binus University Bersaing Kembangkan Desa Wisata Kakaskasen Dua
Jumat / 05-06-2026, 01:04 WIB
IHSG Anjlok 206 Poin Akibat Tekanan Geopolitik dan Domestik
Jumat / 05-06-2026, 01:01 WIB
KPK Tetapkan Silmy Karim Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA
Jumat / 05-06-2026, 01:00 WIB
Maja Chwalińska Tembus Final Roland Garros Berkat Sembilan Kemenangan Beruntun
Jumat / 05-06-2026, 00:56 WIB
Studio Anime Hunter x Hunter 1999 Ajukan Gugatan Hukum Pertama di AS atas Hak Cipta Chibi Maruko-chan
Jumat / 05-06-2026, 00:52 WIB






