PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. resmi meluncurkan AIcosystem, sebuah ekosistem kecerdasan artifisial terintegrasi yang menyatukan seluruh kapabilitas AI di lingkungan Telkom Group.

Langkah ini bertujuan mengorkestrasi berbagai lini portofolio perusahaan agar berjalan lebih sinergis dalam memacu transformasi digital di Indonesia.

>>> Harga Emas Naik 4 Juni 2026 Dipicu Harapan Gencatan Senjata Timur Tengah

AIcosystem mengintegrasikan kekuatan dari Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga Telkom University.

Komitmen Telkom dalam Pengembangan AI

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan AIcosystem merupakan wujud komitmen nyata perusahaan dalam membangun kecerdasan artifisial sebagai fondasi baru yang kokoh.

Pengembangan inovasi ini dinilai bukan sekadar mengikuti tren teknologi global, melainkan langkah nyata untuk memberikan dampak positif bagi publik, sektor usaha, serta daya saing negara.

"Diharapkan dengan AIcosystem ini Telkom bisa menjadi jembatan seluruh pemangku kepentingan dari pemerintah, publik sektor, UMKM, akademisi," ujar Dian di The Telkom Hub Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Ia menambahkan bahwa Telkom dapat menjadi jembatan penghubung agar AI memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menyatakan kesiapan perusahaan memfasilitasi aktivitas berbasis AI, baik skala korporasi maupun perorangan dan akademisi.

>>> Pemerintah Usul Subsidi dan Kompensasi Listrik Rp274 Triliun di RAPBN 2027

Penyediaan solusi tersebut tetap menyelaraskan diri dengan prinsip etika pemanfaatan teknologi serta fokus pada lokalisasi data di dalam yurisdiksi Indonesia demi menjaga kedaulatan digital.

Figur publik sekaligus pelaku industri kreatif Raffi Ahmad memberikan apresiasi positif terhadap peluncuran platform digital terintegrasi ini.

Kehadiran ekosistem baru ini dipandang sebagai momentum krusial yang menandai peningkatan posisi Indonesia agar tidak hanya menjadi konsumen, melainkan bertindak sebagai pencipta solusi teknologi.

Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar publik tidak mencemaskan disrupsi lapangan kerja, melainkan fokus mengoptimalkan inovasi ini demi kemaslahatan bersama.

Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk hal positif guna mencegah tindakan kriminal seperti deepfake melalui pengawalan regulasi Perlindungan Data Pribadi (PDP).

>>> Saham Chip Anjlok, Wall Street Tertekan di Awal Perdagangan

"Paling penting adalah PDP yaitu perlindungan data pribadi. Telkom dan pihak terkait akan membuat data pribadi kita aman," kata Raffi.