Saham Chip Anjlok, Wall Street Tertekan di Awal Perdagangan
Indeks utama Wall Street mencatat pergerakan beragam pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6/2026).
Penurunan saham sektor chip menjadi pemicu utama setelah laporan pendapatan Broadcom tidak sesuai harapan investor.
>>> 5 Aplikasi untuk Menghasilkan Uang dari Internet
Dow Jones Industrial Average justru menguat 299,0 poin atau 0,59 persen ke level 50.986,1.
Namun, S&P 500 terkoreksi 37,1 poin atau 0,49 persen ke posisi 7.516,54, dan Nasdaq Composite anjlok 274,7 poin atau 1,02 persen menjadi 26.579,297.
Broadcom Pimpin Penurunan
Saham Broadcom merosot hingga 15 persen dalam perdagangan pre-market. Penyebabnya adalah proyeksi penjualan jangka panjang chip AI perusahaan yang mandek di angka US$ 100 miliar.
Dampaknya meluas ke produsen chip lain.
Saham Qualcomm dan Advanced Micro Devices turun sekitar 4 persen, sedangkan Micron Technology dan Marvell Technology melemah mendekati 7 persen.
Kepala pasar di AJ Bell, Dan Coatsworth, menyoroti standar tinggi yang dibebankan pasar.
>>> DPR Soroti Aturan Pendanaan Danantara Lewat APBN dalam PP Nomor 19 Tahun 2026
"Broadcom mendapati bahwa memenuhi dan bahkan sedikit melampaui perkiraan tidak cukup — ketika pasar menuntutnya pada standar yang sangat tinggi," ujarnya.
Geopolitik dan Aksi Ambil Untung
Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik antara AS dan Iran turut memicu aksi ambil untung. Analis pasar senior di Capital.
com, Daniela Hathorn, mengatakan pergeseran ini lebih merupakan kombinasi pengambilan keuntungan dan penilaian ulang risiko geopolitik.
Situasi tersebut mengancam stabilitas harga minyak dunia karena lambatnya kemajuan negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz pasca-gencatan senjata April lalu.
Investor kini menantikan rilis data klaim pengangguran mingguan AS serta laporan ketenagakerjaan bulanan.
>>> PT Pyridam Farma Tbk Jaga Pertumbuhan Lewat Efisiensi dan Optimalisasi Penjualan
Data ini akan menjadi acuan bagi Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, sebelum rapat penentuan suku bunga bulan ini.
Update Terbaru
Turkiye Rancang Jalur Kereta Baru Antisipasi Krisis Selat Hormuz
Jumat / 05-06-2026, 00:01 WIB
Jason Momoa Modifikasi Bentley Blower Jnr dengan Sentuhan Kustom Ekstrem
Jumat / 05-06-2026, 00:00 WIB
IHSG Anjlok ke Level Terendah dalam Enam Tahun Terakhir
Jumat / 05-06-2026, 00:00 WIB
Slovenia Ungguli Rekor Pertemuan Jelang Lawan Siprus di Ljubljana
Jumat / 05-06-2026, 00:00 WIB
Swedia Jamu Yunani di Laga Uji Coba Terakhir Jelang Piala Dunia 2026
Kamis / 04-06-2026, 23:56 WIB
Slovenia Jamu Siprus dalam Laga Persahabatan di Ljubljana
Kamis / 04-06-2026, 23:56 WIB
Janice Tjen dan Talia Gibson Melaju ke Perempat Final Birmingham Classic 2026
Kamis / 04-06-2026, 23:52 WIB
Pemko Payakumbuh Paparkan Kesiapan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Kamis / 04-06-2026, 23:52 WIB
IESPA Gelar Musyawarah Nasional 2026 untuk Perkuat Ekosistem Esports
Kamis / 04-06-2026, 23:51 WIB
KPK Tetapkan Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Korupsi Izin Tinggal
Kamis / 04-06-2026, 23:47 WIB
Slovenia Jamu Siprus di Stadion Stozice Jelang UEFA Nations League
Kamis / 04-06-2026, 23:46 WIB
Saham BBCA Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Sentuh Rp 5.400
Kamis / 04-06-2026, 23:42 WIB
Swedia Uji Coba Terakhir Lawan Yunani Sebelum Piala Dunia 2026
Kamis / 04-06-2026, 23:41 WIB
Mendag Budi Santoso Sahkan Regulasi Baru Perdagangan Digital
Kamis / 04-06-2026, 23:41 WIB






