Petenis remaja Rusia Mirra Andreeva berhasil melangkah ke babak final Grand Slam pertamanya setelah mengalahkan wakil Ukraina Marta Kostyuk dalam pertandingan semifinal tunggal putri French Open 2026 pada Kamis (4/6).

Kemenangan di lapangan tanah liat Roland Garros tersebut mengantarkan atlet berusia 19 tahun ini mengemas kemenangan ke-34 sepanjang tahun 2026, dengan 20 di antaranya diraih di atas permukaan tanah liat.

>>> Trump Berencana Nominasikan Blanche Jadi Jaksa Agung Tetap AS

Hasil positif ini sekaligus mematahkan rekor impresif Marta Kostyuk yang sebelumnya memegang catatan tidak terkalahkan di lapangan tanah liat sepanjang musim ini.

Keberhasilan menembus partai puncak juga menempatkan petenis Rusia itu sebagai wanita termuda keempat yang mencapai final French Open dalam 30 tahun terakhir setelah Martina Hingis, Kim Clijsters, dan Coco Gauff.

Apabila berhasil membawa pulang trofi juara, Andreeva akan menjadi juara Grand Slam baru termuda ketiga di abad ini, tepat di belakang Maria Sharapova dan Emma Raducanu.

Ketegangan Geopolitik Mewarnai Pertandingan

Pertandingan ini sendiri berlangsung di bawah bayang-bayang ketegangan geopolitik yang tinggi akibat invasi Rusia ke Ukraina yang telah berjalan selama empat tahun sejak Februari 2022.

Sepanjang laga, penonton di Court Philippe-Chatrier lebih banyak memberikan dukungan kepada Kostyuk, di mana bendera-bendera Ukraina tampak berkibar di tribun sebagai bentuk simpati publik Paris.

Seusai pertandingan, Andreeva mengakui ketegangan yang ia rasakan serta kondisi lapangan yang sulit akibat tiupan angin yang tidak menentu.

"I am still very, very nervous. I was nervous coming into this match.

Obviously, she [Marta Kostyuk] has had an amazing season," kata Mirra Andreeva.