PT Asuransi Astra Buana mulai merambah segmen asuransi kendaraan listrik secara bertahap. Ekspansi ini diawali dari Jakarta seiring meningkatnya populasi mobil listrik di Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio perusahaan. Asuransi Astra ingin memenuhi kebutuhan perlindungan bagi pemilik kendaraan ramah lingkungan.

>>> Kenaikan Harga Solar Tunda Pembelian Fortuner dan Innova Diesel

Technical and Operation Director Asuransi Astra, Mulia K. B.

Siregar, mengatakan bahwa budaya perusahaan yang berorientasi pada pelanggan mendorong diversifikasi ke segmen kendaraan listrik. "Kami juga akan menggarap EV," ujarnya.

Tantangan Penetapan Premi

Manajemen mencatat perbedaan signifikan dalam profil risiko antara mobil listrik dan konvensional. Data terbaru menunjukkan tingkat pengajuan klaim kendaraan listrik masih lebih tinggi.

>>> Skoda Peaq Siap Lawan Kia EV9 dengan Jarak Tempuh 600 Km

Kondisi ini menuntut perhitungan risiko yang lebih cermat dalam menetapkan tarif premi. Perusahaan harus menjaga keseimbangan antara premi dan potensi klaim di masa depan.

Hingga saat ini, jumlah kendaraan listrik yang beroperasi masih terbatas. Akibatnya, data pengalaman klaim belum sekaya segmen otomotif konvensional.

>>> Serbuan Truk Impor China Gerus Bisnis Karoseri Tambang Hingga 30 Persen

Asuransi Astra memilih pendekatan risiko terukur sambil terus memantau dinamika pasar dan perkembangan teknologi kendaraan listrik.