Kenaikan harga bahan bakar solar nonsubsidi berdampak langsung pada keputusan konsumen yang berniat membeli mobil diesel Toyota. Model seperti Fortuner dan Innova Reborn menjadi yang paling terdampak.

Chief Executive Officer Auto2000, Anton Jimmy Suwandy, mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat adanya penundaan transaksi, bukan pembatalan. "Bulan lalu banyak konsumen yang mungkin bukan cancel, tapi lebih ke ganti.

>>> Skoda Peaq Siap Lawan Kia EV9 dengan Jarak Tempuh 600 Km

Misal, tadinya mau beli diesel, terus ganti ke hybrid. Tapi yang lumayan banyak menunda," ujarnya di Jakarta Utara.

Penundaan ini merupakan sikap wait and see dari konsumen setia mesin diesel. Anton menambahkan, pecinta diesel masih cukup banyak, terutama di Jawa Timur dan Sumatra.

"Karena seumur hidupnya mereka menggunakan diesel," katanya.

Konsumen menunggu pergerakan harga solar nonsubsidi. Penurunan harga yang terjadi belakangan ini diharapkan memacu mereka untuk mengambil keputusan.

"Syukurnya di bulan ini sedikit ada penurunan. Semoga yang menunda bisa memutuskan," tutur Anton.

>>> Serbuan Truk Impor China Gerus Bisnis Karoseri Tambang Hingga 30 Persen

Faktor geografis turut memengaruhi. Di Jakarta dan Jawa Barat, konsumen lebih fleksibel beralih ke hybrid.

Namun, di daerah dengan fanatisme diesel tinggi seperti Sumatra dan Jawa Timur, peralihan sulit terjadi.

Gejolak harga minyak dunia akibat perang di Timur Tengah mendorong harga solar nonsubsidi di Indonesia menembus Rp30.000 per liter.

Pertamina menetapkan Dexlite Rp23.000 dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

>>> Daftar Harga Motor Bebek Juni 2026: Yamaha dan Suzuki Naik, TVS Paling Murah

SPBU swasta seperti BP, Shell, dan VIVO menjual dengan harga bervariasi, dengan VIVO Primus Plus mencapai Rp30.890 per liter.