Auto2000 Siapkan Strategi Baru Hadapi Penutupan Dealer Mobil Jepang
PT Auto2000 menanggapi fenomena penutupan sejumlah dealer mobil Jepang di Indonesia yang kemudian beralih menjadi jaringan diler merek China dalam setahun terakhir.
Pergeseran ini terlihat di kawasan Jakarta dan sekitarnya, di mana beberapa dealer Honda dan Daihatsu melalui Asco Automotive mulai menghentikan operasional mereka dan bertransformasi memasarkan produk otomotif asal China.
>>> Pedro Acosta Tercepat di Practice MotoGP Hungaria 2026
Chief Executive Officer (CEO) Auto2000, Anton Jimmy Suwandi, memilih untuk tidak memberikan komentar spesifik mengenai penutupan gerai kompetitor.
"Mungkin saya nggak bisa komen ya untuk merek atau dealer lain (yang tutup).
Tapi kalau Auto2000 kita melihat, secara long term Indonesia tetap punya potensi market yang besar ya," ujar Anton.
Ekspansi ke Luar Jawa
Menurut Anton, penumpukan jaringan penjualan saat ini masih terpusat di kota-kota besar di Pulau Jawa, sementara volume permintaan cenderung stagnan.
Kondisi tersebut mendorong Auto2000 untuk mengeksplorasi wilayah baru di luar Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan, yang dinilai memiliki potensi cukup baik.
Pergeseran pusat perdagangan dan kawasan pemukiman ke daerah penyangga kota juga menjadi dasar evaluasi internal perusahaan.
Manajemen berkomitmen menerapkan strategi jemput bola untuk mengikuti pergerakan konsumen.
>>> Wuling Motors Resmi Pasarkan Eksion PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih 1.000 Km
"Atau pusat-pusat perdagangan yang ternyata sekarang juga bergeser. Bergeser ke pinggiran, misalnya kan perumahan-perumahan aja udah bergeser ke pinggiran.
Kita review," tambah Anton.
Fokus pada Layanan Servis
Peluang bisnis otomotif tidak lagi hanya bertumpu pada penjualan unit kendaraan baru.
Peningkatan masa pakai mobil oleh konsumen memicu pertumbuhan pada sektor perawatan dan perbaikan.
Perubahan perilaku konsumen terlihat dari siklus penggantian kendaraan yang semula berkisar 3 hingga 4 tahun, kini mundur menjadi 4 sampai 7 tahun.
Perpanjangan masa kepemilikan ini otomatis meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan servis berkala.
"Karena dulu kalau orang ganti mobil mungkin 3-4 tahun. Sekarang bergeser 4-5 tahun, ada yang 6-7 tahun.
>>> Kia Telluride dan Mercedes GLE/GLS Ditarik karena Masalah Sabuk Pengaman
Nah ini kan butuh service," kata Anton.
Update Terbaru
Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Kantongi Sertifikasi, Siap Rilis
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Dokter Ungkap Menu Sarapan yang Bisa Picu Penyakit Jantung
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Natalie Holscher Resmi Menikah dengan Aripat Hari Ini
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Warga Yunani Buka Suara soal The Odyssey Christopher Nolan
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Shio Naga: Ini 3 Pasangan Paling Cocok Menurut Astrologi Cina
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Mobil Bisa Dihack? Fakta Ngerinya Ternyata Beda dari Film Hollywood
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Mobil Bisa Dihack? Fakta Ngerinya Ternyata Beda dari Film Hollywood
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Dilepas Prabowo, Nanik S Deyang Ngaku Trauma Urus Duit MBG
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN demi Fokus Berobat Jantung
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
PDIP: Jika TNI-Polri Awasi Pajak, Indonesia Mundur ke Era Kelam
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Mulyono, Sahabat Jokowi yang Difitnah Calo Tiket, Kini Jadi Saksi Penting
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Ramalan Zodiak 22 Juli: Cancer Lebih Fokus, Leo Jangan Putus Asa
Rabu / 22-07-2026, 08:10 WIB







