Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengajak masyarakat untuk tidak khawatir terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Hal ini disampaikannya saat menghadiri peluncuran AIcosystem milik Telkom di The Telkom Hub, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

>>> Shia LaBeouf Akui Tiga Dakwaan Penganiayaan, Dihukum Percobaan

Menurut Raffi, justru ketakutan terhadap AI dapat menghambat kemajuan. "AI diciptakan manusia, yang perlu kita takuti adalah ketidakmampuan beradaptasi dengan AI," ujarnya.

Ia menegaskan perbedaan mendasar antara manusia dan AI terletak pada hati nurani. "AI tidak punya hati, yang punya hati adalah manusia yang menciptakannya," jelas Raffi.

Indonesia memiliki potensi besar dalam adopsi AI karena jumlah pengguna internet yang tinggi, mayoritas dari generasi muda.

Kolaborasi lintas generasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan nilai ekonomi kreatif yang sudah mencapai Rp 1.500 triliun.

>>> Fabiola Elizabeth: Bukti Nyata Kejahatan Digital Lintas Benua

Generasi muda yang cepat beradaptasi dengan teknologi diharapkan dapat memanfaatkan AI secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

"Yang penting bukan apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi bagaimana memanfaatkannya secara produktif," kata Raffi.

Kehadiran AIcosystem Telkom menjadi bukti Indonesia kini tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga pencipta teknologi. Platform ini diharapkan memfasilitasi inovator lokal untuk belajar dan berkreasi.

>>> Microsoft Surface RTX Spark Dev Box: Mini PC AI Pesaing Mac Studio

"Dengan AIcosystem, Telkom akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar anak muda Indonesia dapat belajar, berkreasi, dan menciptakan inovasi yang berdampak bagi masa depan bangsa," pungkas Raffi.