Penggunaan ChatGPT Images 2.0 di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sejak diluncurkan pada 22 April 2026. Aktivitas pembuatan gambar harian meningkat hingga 70 persen dibandingkan pekan pertama peluncuran.

Indonesia menjadi salah satu negara di Asia dengan pertumbuhan tercepat, bersama Singapura, Jepang, Thailand, dan Taiwan. Hal ini menunjukkan adopsi teknologi kecerdasan buatan di bidang visual semakin meluas.

>>> Siberia: Petualangan Keanu Reeves Mengejar Berlian di Trans TV

Lead Researcher ChatGPT Images 2.0 di OpenAI, Gabriel Goh, menyatakan optimisme terhadap laju adopsi di Asia.

"Kami sangat antusias melihat seberapa cepat masyarakat di Asia, termasuk Indonesia, mulai mengadopsi ChatGPT Images 2.0 dengan cara yang benar-benar kreatif," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Goh, pengguna Indonesia tidak sekadar mengikuti tren, tetapi secara konsisten mengeksplorasi fitur untuk mentransformasikan ide ke dalam bentuk visual.

"Beberapa ide paling menarik justru datang dari pengguna yang menciptakan ide mereka sendiri," tambahnya.

>>> Shia LaBeouf Akui Tiga Dakwaan Penganiayaan, Dihukum Percobaan

Penggunaan untuk Kreativitas dan Produktivitas

Data OpenAI selama satu bulan terakhir menunjukkan ChatGPT Images 2.0 dominan digunakan untuk ekspresi seni dan sosial.

Aktivitas populer meliputi pembuatan stiker digital, avatar mandiri, dan ilustrasi gaya anime.

Selain hiburan, fitur ini dimanfaatkan untuk kebutuhan fungsional seperti foto headshot, desain kartu pos, dan ilustrasi tata ruang kerja.

Pengguna juga menggunakannya untuk menyusun infografis berkat kemampuan rendering teks dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

>>> Fabiola Elizabeth: Bukti Nyata Kejahatan Digital Lintas Benua

Di sektor profesional, ChatGPT Images 2.0 digunakan untuk menopang operasional bisnis, seperti menyusun salindia presentasi, membuat mockup promosi, hingga memproduksi aset kreatif dengan presisi tinggi.