Perak Antam Anjlok Rp1.150, Investor Menunggu Data AS
Nilai investasi perak Antam terkoreksi tajam pada Kamis (4/6/2026). Harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk ini merosot Rp1.150 per gram menjadi Rp48.600.
Penurunan Harga Perak Antam
Berdasarkan data dari logammulia. com, harga perak Antam sebelumnya berada di Rp49.750 per gram.
>>> BEI Buka Suara soal Isu Penurunan Status Pasar Modal: Itu Hoaks
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan harga emas Antam yang juga melemah.
Antam menawarkan beberapa varian produk perak untuk investasi:
- Perak batangan 250 gram dengan harga Rp12.675.000
- Perak batangan 500 gram seharga Rp24.425.000
- Perak butiran kadar 99,95 persen
Penurunan harga pada 4 Juni merupakan koreksi terdalam dalam sepekan terakhir. Sehari sebelumnya, perak sempat naik Rp100 per gram, sementara pada 2 Juni turun tipis.
Berbanding Terbalik dengan Pasar Global
Di pasar dunia, harga perak justru naik 1,42 persen menjadi US$73,71 per ounce.
Sebelumnya, perak global sempat terpuruk lebih dari 3 persen karena ekspektasi kenaikan suku bunga.
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Aksi saling serang melibatkan Bahrain dan Kuwait, meningkatkan risiko gangguan suplai energi melalui Selat Hormuz.
Konflik ini mendorong harga komoditas energi tetap tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi.
>>> Celah Keamanan Ability, Riot Hentikan Sementara Agent Tejo di VALORANT
Faktor Suku Bunga dan Dolar AS
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, memberi sinyal The Fed mungkin harus menaikkan suku bunga jika inflasi terus meningkat.
Sementara itu, Presiden Fed New York, John Williams, belum melihat urgensi perubahan.
Pasar kini menanti data non-farm payrolls AS yang akan dirilis Jumat. Angka ketenagakerjaan ini akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter.
Indeks dolar AS menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, membuat logam mulia semakin mahal bagi pemegang mata uang non-dollar.
Harga emas global ikut tertekan: emas spot turun hampir 1 persen ke US$4.440,27 per ounce, sementara kontrak berjangka AS terkoreksi 1,1 persen ke US$4.468,60.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, mengatakan bahwa ketegangan AS-Iran meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi mendorong kenaikan suku bunga dan penguatan dolar.
Dengan dinamika tersebut, prospek perak Antam ke depan masih bergantung pada data ekonomi AS dan perkembangan situasi global.
>>> ValueMax Siapkan Likuiditas dan Pelatihan Penaksir Hadapi Lonjakan Gadai Musim Sekolah
Investor disarankan mencermati rilis data ketenagakerjaan serta sinyal kebijakan Fed.
Update Terbaru
Apa Itu Major Depression yang Diungkap Tasya Farasya? Kenali Gejala dan Dampaknya
Kamis / 04-06-2026, 17:09 WIB
realme C85 Pro Masih Menarik di Harga Rp3 Jutaan? Simak Kelebihan dan Kekurangannya
Kamis / 04-06-2026, 17:07 WIB
Shia LaBeouf Akui Tiga Dakwaan Penganiayaan, Dihukum Percobaan
Kamis / 04-06-2026, 17:07 WIB
Profil Kania Andjani Sosok yang Resmi Menikah dengan Kadek Arel Pemain Timnas Sepakbola Indonesia: Umur, Agama dan IG
Kamis / 04-06-2026, 17:06 WIB
The Leopards Comeback: RD Kongo Guncang Piala Dunia 2026 Usai 52 Tahun
Kamis / 04-06-2026, 17:04 WIB
Arabika vs Robusta: Tips Memilih Kopi untuk Pemula
Kamis / 04-06-2026, 17:03 WIB
Promo HokBen HUT Bogor: Paket Berdua Rp 54.000 Selama 5 Hari
Kamis / 04-06-2026, 17:02 WIB
10 Langkah Efektif Menghemat Listrik di Rumah dan Menekan Tagihan
Kamis / 04-06-2026, 17:02 WIB
Minyakita Segera Naik, Pemerintah Finalisasi HET Baru Dua Pekan
Kamis / 04-06-2026, 17:00 WIB
Perburuan Tiket BTS di Malaysia: Antrean 1,2 Juta, Fans Rela Berjam-jam
Kamis / 04-06-2026, 16:55 WIB
CIMB Niaga Kerek CASA ke 74,02% per April, Optimis Tembus Target Akhir Tahun
Kamis / 04-06-2026, 16:53 WIB
Kerusakan Jalan Blora Ditangani, Luthfi Siapkan Pokir untuk Ruas Lain
Kamis / 04-06-2026, 16:52 WIB
Bukan Sekadar Nakal: 7 Penyebab Anak Tidak Mendengar, Nomor 5 Paling Umum di 2026
Kamis / 04-06-2026, 16:52 WIB
Bansos Mei 2026: Syarat Ketat dan Pengecekan Mandiri via DTSEN
Kamis / 04-06-2026, 16:45 WIB






