Isu penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market ke frontier market yang beredar di media sosial mendapat bantahan tegas dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pihak otoritas bursa menyebut kabar itu hoaks dan tidak berdasar.

>>> Celah Keamanan Ability, Riot Hentikan Sementara Agent Tejo di VALORANT

Klarifikasi BEI

Pelaksana Tugas Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa informasi palsu tersebut disebarkan melalui potongan gambar yang menyerupai pengumuman resmi MSCI.

Setelah dilakukan verifikasi, tidak ada perubahan status Indonesia menjadi frontier market.

Jeffrey meminta investor tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh rumor yang belum terverifikasi.

Ia menegaskan bahwa fundamental pasar Indonesia masih kuat dan ekspektasi bertahan di emerging market sangat tinggi.

Hasil Review MSCI

Berdasarkan laporan review MSCI periode Mei 2026, Indonesia masih masuk dalam kategori emerging market.

>>> ValueMax Siapkan Likuiditas dan Pelatihan Penaksir Hadapi Lonjakan Gadai Musim Sekolah

Posisi ini menempatkan Indonesia sejajar dengan China, India, Korea Selatan, Malaysia, dan negara berkembang lainnya.

Meski status negara tidak berubah, terjadi rotasi pada daftar saham dalam indeks MSCI Global Standard.

Sebanyak enam saham domestik dikeluarkan dari indeks, sementara tidak ada saham baru yang ditambahkan.

BEI menekankan pentingnya verifikasi informasi bagi investor.

Langkah yang disarankan meliputi pengecekan silang setiap kabar, menggunakan data resmi sebagai dasar investasi, dan memantau kanal komunikasi resmi bursa serta MSCI.

>>> Rahasia Seduh Kopi Tubruk Anti Kelat: Rasio, Suhu, dan Waktu yang Tepat

Jeffrey optimistis Indonesia tetap berada di emerging market didukung stabilitas dan perbaikan regulasi. Fokus utama BEI saat ini adalah menjaga fundamental pasar agar tetap menarik bagi investor asing.