Mural Paus Raksasa di Dallas Dicat Ulang, Wyland Gugat Rp400 M
Persiapan Piala Dunia 2026 di Dallas, Amerika Serikat, berujung pada sengketa hukum. Sebuah mural raksasa karya seniman terkenal Wyland ditutup cat baru tanpa izin.
Wyland melayangkan gugatan ke Pengadilan Distrik AS di Dallas pada Senin (1/6/2026). Ia menuntut ganti rugi minimal 25 juta dolar AS (setara lebih dari Rp400 miliar).
>>> Ibrahima Konate Buka Suara soal Depresi Usai Kehilangan Rekan Setim dan Ayah
Latar Belakang Mural Whaling Wall 82
Mural legendaris bernama Whaling Wall 82 itu telah menghiasi pusat kota Dallas selama hampir tiga dekade.
Karya rampung pada 1999 ini memiliki luas 17.000 kaki persegi dan menampilkan gambar paus berukuran nyata.
Mural tersebut merupakan bagian dari gerakan global Whaling Walls yang digagas Wyland untuk kampanye pelestarian laut. Namun, bulan lalu pekerja mulai menutup lukisan itu dengan cat baru.
Pihak komite penyelenggara lokal Piala Dunia 2026 beralasan dinding tersebut dialokasikan untuk promosi energi global dan persatuan menjelang turnamen.
Mereka mengklaim akan mempertahankan sebagian kecil karya asli, tanpa merinci bagian mana.
Wyland menegaskan tindakan itu dilakukan tanpa pemberitahuan formal maupun izin tertulis. Penyelenggara dituduh melanggar Visual Artists Rights Act, undang-undang federal yang melindungi karya seni publik bernilai tinggi.
>>> Negosiasi Kompensasi Maresca dengan Chelsea Masih Berjalan, City Optimis
"Mereka mengklaim mengembangkan karya seni baru untuk kota tuan rumah, padahal yang terjadi adalah perusakan terhadap salah satu ikon bersejarah kota," demikian bunyi gugatan.
Tanggapan FIFA dan Pengelola Gedung
FIFA membantah terlibat langsung.
Juru bicara badan sepak bola dunia itu menyatakan tidak ada sangkut paut dengan pengecatan ulang dan melemparkan pertanyaan lebih lanjut ke panitia lokal.
Sementara itu, Slate Asset Management selaku pengelola gedung mengaku menerima permohonan penyediaan dinding dari panitia lokal pada Maret lalu.
Manajemen juga menyebut sudah memberi tahu pihak Wyland terkait rencana proyek baru.
>>> Laga Kandang Perdana Herdman: Indonesia Jamu Oman di SUGBK
Kontroversi ini muncul di tengah status Dallas sebagai salah satu kota penyelenggara penting Piala Dunia 2026. Sebanyak sembilan pertandingan akan digelar di AT&T Stadium.
Update Terbaru
Cedera Kaki Parah, Ferland Mendy Pertimbangkan Pensiun Dini
Sabtu / 13-06-2026, 00:06 WIB
Timnas Inggris Hancurkan Miami FC 6-0 dalam Uji Coba Tertutup
Sabtu / 13-06-2026, 00:05 WIB
Meksiko Taklukkan Afrika Selatan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:05 WIB
Hamza Abdelkarim Bersinar, Striker Muda Mesir Jadi Sorotan Jelang Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:05 WIB
Timnas Spanyol Incar Trofi Piala Dunia 2026 Lewat Grup H
Sabtu / 13-06-2026, 00:05 WIB
Konsolidasi BUMN Gula Dinilai Penting, Petani Masih Hadapi Masalah Harga
Sabtu / 13-06-2026, 00:04 WIB
PT OSCT Indonesia Dorong Penguatan Sistem Penanganan Tumpahan Minyak
Sabtu / 13-06-2026, 00:04 WIB
Tantangan Industri Gula Nasional Capai Swasembada Lebih Kompleks dari Konsolidasi
Sabtu / 13-06-2026, 00:04 WIB
Saham Sektor Antariksa Anjlok Imbas Debut Perdagangan SpaceX di Nasdaq
Sabtu / 13-06-2026, 00:04 WIB
Andy Robertson Pimpin Skotlandia Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:01 WIB
Jadwal Live Streaming Piala Dunia 13 Juni 2026: Kanada vs Bosnia dan AS vs Paraguay
Sabtu / 13-06-2026, 00:01 WIB
Lamine Yamal Fokus Total Bela Spanyol di Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:01 WIB
Profil IMP., Boy Group Jepang di Bawah Naungan TOBE Music
Sabtu / 13-06-2026, 00:01 WIB
Sassuolo Tunjuk Alberto Aquilani sebagai Pelatih Baru untuk Musim 2026-2027
Sabtu / 13-06-2026, 00:01 WIB






