Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, akan mulai memproduksi mobil Chery pada tahun fiskal 2027. Hal ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara kedua perusahaan otomotif tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi Chery ke pasar Eropa tanpa harus membangun pabrik baru.

>>> Ekspedisi Overland Nasional: Banyuwangi Jadi Panggung Petualangan 2026

Manfaat Bagi Nissan

Nissan mendapatkan keuntungan signifikan dari kemitraan ini. Pabrik Sunderland yang sebelumnya memiliki kapasitas berlebih kini akan lebih optimal.

Pendapatan tambahan dari jasa perakitan juga mengalir ke Nissan. Selain itu, ribuan lapangan kerja di pabrik tersebut tetap terjaga.

Operasional pabrik menjadi lebih stabil dengan adanya volume produksi tambahan. Nissan dapat membagi beban biaya tetap dengan Chery.

Ini sejalan dengan program efisiensi global yang tengah dijalankan pabrikan Jepang tersebut.

Strategi Efisien ala Chery

Pendekatan Chery di Inggris mirip dengan strategi mereka di Indonesia. Alih-alih membangun pabrik sendiri, Chery memilih bekerja sama dengan produsen yang infrastrukturnya sudah mapan.

Di Indonesia, Chery memanfaatkan fasilitas PT Handal Indonesia Motor dan PT Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia di Bogor.

Metode ini terbukti efektif menekan biaya investasi awal dan mempercepat penetrasi pasar. Chery dapat menghindari proses pembangunan pabrik yang memakan waktu dan dana besar.

Dengan memakai kapasitas yang ada, mereka juga bisa segera fokus pada distribusi dan pemasaran.

>>> Sarapan Mewah 80 Menu Rotasi di The Trans Luxury Hotel Surabaya

Kehadiran basis produksi lokal memudahkan Chery mendistribusikan kendaraan ke seluruh Eropa. Biaya logistik lebih rendah dibandingkan impor utuh.

Chery juga terhindar dari bea masuk dan pajak impor ke Uni Eropa.

Diversifikasi Merek