Potong talas liar menjadi irisan tipis agar bakteri fermentasi meresap merata. Bersihkan talas dari tanah dan kotoran.

>>> Wardatina Mawa Ungkap Sidang Cerai Terbaru, Saksi Kakak Kandung Diperiksa

Buat larutan starter: campur setengah blok gula merah dengan air hingga larut, tambahkan satu tutup botol EM4, dan jika perlu satu sendok suplemen top mix.

Diamkan beberapa menit hingga mikroorganisme aktif.

Campur potongan talas dengan bekatul, jagung giling, dan konsentrat dalam wadah besar.

Gunakan perbandingan 3 bagian bekatul, 1 bagian jagung, dan 1 bagian konsentrat yang dilarutkan dalam 5 liter air.

Aduk hingga merata dan lembap.

Masukkan campuran ke wadah kedap udara seperti ember bekas cat. Tekan hingga padat tanpa rongga udara.

Tutup rapat untuk menciptakan kondisi anaerob. Simpan di tempat teduh selama 5-7 hari, idealnya 7 hari.

Buka tutup sebentar setiap hari untuk membuang gas.

Teknik Pemberian Pakan

Ayam perlu waktu adaptasi terhadap pakan fermentasi. Campurkan pakan fermentasi dengan pakan harian secara bertahap, tingkatkan porsinya perlahan hingga ayam terbiasa.

Pakan siap saji memiliki aroma harum seperti tapai. Jika berbau busuk, fermentasi gagal dan jangan diberikan.

>>> Sanksi Skorsing 15 Mahasiswa FH UI Menuai Protes, Dianggap Terlalu Ringan

Pantau kesehatan ayam selama masa transisi. Jika respons positif, pakan fermentasi bisa menjadi menu utama.