Peternak ayam kampung kini bisa menekan biaya pakan hingga 50-70 persen dengan memanfaatkan talas liar yang difermentasi.

Tanaman yang sering dianggap gulma ini dapat diolah menjadi pakan bergizi tinggi.

>>> 5 Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juni 2026

Manfaat Fermentasi Talas Liar

Proses fermentasi mampu menetralkan zat antinutrisi seperti oksalat, getah pemicu gatal, dan asam sianida (HCN) yang berbahaya bagi ayam.

Dengan hilangnya racun tersebut, pakan menjadi aman dan risiko keracunan berkurang.

Fermentasi juga merombak struktur molekul talas menjadi lebih sederhana sehingga pencernaan ayam lebih mudah menyerap nutrisi.

Selain itu, pakan fermentasi memiliki daya simpan lebih lama jika disimpan dalam wadah tertutup rapat.

Daun talas kaya karbohidrat sebagai sumber energi, sedangkan umbinya mengandung serat kasar yang baik untuk metabolisme. Aroma wangi pakan fermentasi juga merangsang nafsu makan ayam.

Bagian Talas yang Cocok Digunakan

Seluruh bagian talas liar—daun, batang, pelepah, dan umbi—dapat diolah menjadi pakan. Pilih talas yang tidak bernilai jual tinggi agar tidak mengganggu pasokan pangan manusia.

Talas yang tumbuh liar di pinggir sungai atau halaman rumah bisa dikumpulkan secara gratis.

Meski bisa diberikan segar atau direbus, fermentasi tetap menjadi metode terbaik untuk menghilangkan zat berbahaya dan mengawetkan nutrisi.

Bahan-Bahan Fermentasi

  • Talas liar: daun, batang, dan umbi, dipotong kecil-kecil
  • Probiotik EM4 Peternakan: mengandung bakteri asam laktat dan ragi
  • Gula merah atau molase: sumber energi bagi mikroorganisme
  • Bahan tambahan: jagung giling, bekatul, konsentrat, atau tepung tulang

Bahan tambahan seperti dedak dan jagung giling berfungsi menyeimbangkan protein dan energi. Pastikan semua bahan bersih dan bebas jamur.

Langkah-Langkah Fermentasi