Noda minyak sering menjadi momok, terutama pada jilbab warna terang. Jika tidak segera ditangani, minyak dapat menyebar dan meninggalkan bekas sulit dihilangkan.

Langkah pertama: serap sisa minyak dengan tisu atau kain kering.

Hindari langsung menyiram noda dengan air karena akan membuat noda semakin sulit diangkat. Cukup tekan tisu perlahan tanpa menggosok.

Dengan penanganan awal yang tepat, noda minyak akan lebih mudah hilang saat pencucian utama.

Sabun cuci piring dapat menjadi solusi ampuh untuk mengangkat residu lemak. Lakukan pembersihan dengan gerakan lembut agar tidak merusak tekstur kain.

Hindari Mencampur dengan Pakaian Lain

Mencampur jilbab dengan pakaian harian saat dicuci adalah kesalahan yang sering diabaikan. Pakaian berbahan kasar seperti jeans atau yang memiliki ritsleting dan kancing tajam berpotensi merusak permukaan jilbab.

Gesekan selama pencucian dapat memicu benang tertarik atau kain berbulu. Risiko lebih besar pada jilbab tipis atau berwarna terang.

Mencuci jilbab secara terpisah juga mencegah risiko luntur dari pakaian lain.

Jangan Membiarkan Noda Terlalu Lama

Banyak orang menunda pembersihan noda hingga berhari-hari. Padahal, noda yang didiamkan akan menyerap semakin dalam ke serat dan sulit dihilangkan.

Noda yang mengeras membutuhkan pencucian lebih kuat yang berisiko merusak bahan.

Dian selalu segera menangani noda setelah jilbab selesai digunakan. Penanganan cepat tidak hanya mempermudah pembersihan, tetapi juga menjaga jilbab tidak kusam.

Hindari Pemakaian Pewangi Berlebihan

Anggapan bahwa banyak pewangi dan pelembut membuat jilbab lebih nyaman adalah keliru. Pelembut berlebihan meninggalkan residu yang membuat jilbab terasa berat dan kaku.

Pada bahan tertentu, pelembut berlebih bahkan menurunkan kemampuan menyerap keringat.

>>> Acer Luncurkan Nitro Blaze Link, Perangkat Handheld Khusus Streaming Game PC

Gunakan pewangi dan pelembut secukupnya sesuai instruksi kemasan. Pilih produk dengan formula ringan agar kelembutan alami kain tetap terjaga.