Acer Luncurkan Nitro Blaze Link, Perangkat Handheld Khusus Streaming Game PC
Acer meluncurkan perangkat gaming genggam terbaru bernama Nitro Blaze Link pada Minggu (31/5/2026). Produk ini memiliki konsep berbeda dari lini portabel pada umumnya.
Perangkat ini sepenuhnya dibuat untuk melakukan streaming game dari PC. Konsep tersebut membuat gawai ini mirip dengan PlayStation Portal milik Sony.
>>> Wuling Eksion Laris Manis, Pemesanan Tembus 1.500 Unit per Juni 2026
Produsen asal Taiwan ini sengaja memangkas komponen berat yang biasanya ada pada konsol genggam. Langkah itu diambil karena perangkat tidak ditujukan untuk menjalankan permainan secara lokal.
Komponen internal dibuat sangat minimalis karena hanya berfungsi sebagai jembatan visual dan kendali.
Berdasarkan laporan PCMag, Nitro Blaze Link hanya dibekali memori 1 GB serta penyimpanan eMMC 8 GB untuk sistem operasi Linux.
Kombinasi spesifikasi tersebut membuat perangkat tidak memiliki kemampuan komputasi mandiri. Peran utamanya murni sebagai layar portabel dan kontroler untuk mengakses permainan yang diproses oleh PC utama.
Pada sektor visual, perangkat mengusung layar sentuh berukuran 7 inci. Resolusinya mencapai 1.920 x 1.200 piksel, meskipun produsen belum membagikan informasi mengenai refresh rate.
Sektor konektivitas menjadi aspek paling krusial karena mengandalkan teknologi Wi-Fi 6E. Fitur ini menjamin kelancaran pengiriman data visual dari komputer ke genggaman pengguna.
Informasi mengenai hardware internal seperti jenis prosesor tidak banyak diungkap ke publik.
>>> Beasiswa Pemerintah Australia 2026 Resmi Dibuka, Tunjangan Rp462 Juta per Tahun
Absennya komponen kelas berat berdampak positif pada efisiensi daya, di mana gawai ini menggunakan baterai 18 Wh dengan bobot ringan hanya 464 gram.
Batasan Ekosistem dan Penggunaan Jaringan
Meskipun menawarkan fleksibilitas bermain, terdapat batasan fungsional yang cukup ketat.
Nitro Blaze Link hanya dapat dioperasikan bersama laptop atau PC gaming buatan Acer yang mendukung ekosistem streaming mereka.
Sistem operasionalnya memanfaatkan teknologi streaming berbasis Sunshine dan Moonlight. Pengguna membutuhkan komputer utama yang bertindak sebagai host penyiaran game.
Koneksi perangkat juga dibatasi pada satu jaringan Wi-Fi yang sama dengan komputer utama.
Hal ini membuat gawai tersebut tidak dapat diandalkan untuk bermain game saat pengguna melakukan perjalanan jauh.
Kendati demikian, gawai ini tetap memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menikmati permainan di area rumah seperti sofa atau kamar tidur.
>>> Microsoft Tunda Peluncuran Game Fable hingga Februari 2027
Melalui produk ini, pasar tampaknya ingin disasar untuk pengguna yang mencari pengalaman portabel tanpa modal hardware tinggi di dalam genggaman.
Update Terbaru
Game Boy Pocket Berusia 30 Tahun, Warisannya Masih Terasa di Genggaman Modern
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Ratusan Pemain Old School RuneScape Jadi Biksu dan Picu Perang Suci
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB







