Perawatan jilbab yang digunakan sehari-hari memerlukan perhatian khusus agar kualitasnya tetap terjaga. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan mencuci yang sembarangan bisa berdampak buruk bagi kain.

Kesalahan umum seperti teknik menggosok terlalu kasar hingga pemilihan deterjen yang kurang tepat sering menjadi penyebab utama kerusakan.

>>> Nadiem Bantah Tuduhan Korupsi Chromebook, Klaim Tak Kenal Dua Terdakwa

Akibatnya, jilbab cepat kusam, muncul bulu halus, atau mengalami kerusakan permanen.

Dian Rianti, ibu rumah tangga berusia 38 tahun asal Pakualaman, Kota Yogyakarta, berbagi pengalamannya.

Dalam wawancara pada Selasa, 2 Juni 2026, ia membagikan poin penting mengenai kesalahan yang harus dihindari.

Kesalahan Mencuci yang Merusak Serat

Salah satu kesalahan paling fatal adalah mencuci jilbab menggunakan mesin cuci. Putaran mesin yang kencang berisiko merusak struktur serat kain, membuat warna pudar, hingga aksesori seperti payet lepas.

Kondisi ini sangat riskan bagi jilbab bahan halus seperti voal. Mesin cuci bisa mengubah teksturnya menjadi kasar.

Jilbab berbahan tipis seperti paris akan cepat berbulu jika terus terpapar putaran mesin.

Cara mencuci yang benar: utamakan mencuci manual dengan tangan. Jika harus menggunakan mesin, gunakan kantong khusus laundry atau sarung bantal.

Pilih mode pencucian paling lembut atau putaran rendah. Manfaatkan fitur 'hijab mode' jika tersedia.

Suhu air juga penting. Air panas dapat memicu penyusutan serat dan membuat warna cepat memudar.

Air terlalu dingin kurang efektif membasmi bakteri. Gunakan air dengan suhu sedang atau air dingin biasa.

Perhatikan penggunaan deterjen. Jumlah berlebihan membuat pembilasan sulit dan residu menyebabkan tekstur kaku.

Dian menyarankan deterjen cair dengan formula lembut dalam takaran secukupnya. Untuk katun paris yang sensitif, deterjen cair atau sampo sangat direkomendasikan.