Kebiasaan makan sering dianggap rutinitas biasa. Namun, para ahli meyakini cara seseorang menghabiskan hidangan bisa menjadi cermin karakter aslinya.

Pepatah mengatakan diri kita ditentukan oleh apa yang kita makan. Pakar perilaku makanan mengubahnya menjadi kepribadian tercermin dari cara kita makan.

>>> Harga Pertalite dan Solar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026

Kaitan Kecepatan Makan dengan Karakter

Melansir laporan Huffpost, ada beberapa indikasi kepribadian pada individu dengan ritme makan cepat. Hal ini mencakup cara memandang waktu, pekerjaan, hingga keberanian mengambil keputusan.

Pakar perilaku makanan asal Los Angeles, Juliet Boghossian, menjelaskan pemakan cepat umumnya memiliki dorongan internal kuat untuk mencapai tujuan.

Mereka sangat berorientasi pada hasil dan tidak suka membuang waktu.

Bagi mereka, makan bukan momen bersantai, melainkan tugas yang harus segera diselesaikan. Mereka dikenal praktis dan handal dalam mengelola waktu, terutama saat menghadapi banyak tanggung jawab.

Berdasarkan data dari Wolipop, kecepatan makan juga mencerminkan semangat menjalani hidup dan menghadapi tantangan baru.

Boghossian menambahkan individu yang bergerak lincah di meja makan tidak ragu mencoba hobi, pekerjaan, atau pengalaman baru.

Sifat terbuka terhadap hal baru sering beriringan dengan keberanian membuat keputusan cepat. Mereka lebih memilih bertindak dan belajar dari proses daripada menimbang-nimbang pilihan terlalu lama.

Di balik sisi produktif, pemakan cepat sering frustrasi jika sesuatu berjalan lamban.

>>> BI Rate Naik, Industri Gadai Waspadai Lonjakan Cost of Fund

Hal ini terlihat saat menghadapi antrean panjang atau bekerja dengan rekan yang kecepatannya di bawah standar mereka.

Dampak Kebiasaan Makan Cepat terhadap Kesehatan

Meskipun memiliki karakter positif, para ahli tetap memperingatkan konsekuensi fisik dari kebiasaan makan terburu-buru. Ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.