BI Rate Naik, Industri Gadai Waspadai Lonjakan Cost of Fund
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25% berdampak pada industri pergadaian.
Biaya dana atau cost of fund mengalami tekanan, namun permintaan layanan gadai tetap stabil.
>>> Build Mortenax Blade Honkai Star Rail Terbaik 2026, Damage Paling Sakit!
Ferdian Timur Satyagraha, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, mengatakan kenaikan suku bunga membawa tantangan dan peluang.
Di satu sisi, biaya dana meningkat, tetapi di sisi lain, layanan gadai tetap menjadi pilihan saat kredit bank diperketat.
Pertumbuhan bisnis Pegadaian masih positif. Outstanding loan (OSL) tercatat sesuai target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026.
Strategi Menekan Biaya Dana
Pegadaian berhasil menjaga biaya pendanaan tetap kompetitif melalui diversifikasi sumber dana. Pinjaman bank dan penerbitan obligasi menjadi strategi utama untuk mengelola biaya pendanaan lebih efisien.
Ketika bank mengetatkan kredit dan suku bunga naik, produk gadai menjadi solusi likuiditas bagi individu dan UMKM. Layanan ini mampu memenuhi kebutuhan dana jangka pendek dengan cepat.
Panji Parang Kunang, Manager Accounting Gadai ValueMax Indonesia, menambahkan bahwa produk gadai tetap diminati karena prosesnya cepat, mudah, dan fleksibel.
Permintaan likuiditas masyarakat justru meningkat saat suku bunga tinggi.
>>> Vietnam Resmi Jadi Tuan Rumah VCT Pacific Stage 1 2026, Pertama di Asia Tenggara
Peningkatan suku bunga mendorong industri untuk meningkatkan efisiensi dan pengelolaan likuiditas. Meski ada penyesuaian perilaku nasabah, permintaan layanan gadai masih stabil.
Stabilitas permintaan didukung oleh karakter produk gadai yang cepat dan berjangka pendek. Namun, jatuh tempo pembayaran nasabah perlu diperhatikan karena tekanan ekonomi dan tingginya bunga.
Kualitas Pembiayaan Terjaga
Kualitas pembiayaan di Pegadaian tetap sehat. Ferdian menyatakan non-performing loan (NPL) Pegadaian berada di bawah 1%.
Manajemen risiko yang ketat terus dipertahankan.
Emas sebagai agunan utama menjaga nilainya di tengah volatilitas ekonomi. Ferdian menegaskan emas tetap menjadi safe haven.
Kenaikan harga emas memperkuat posisi agunan sehingga risiko gagal bayar dapat dikelola.
Pelaku usaha optimis melihat pertumbuhan positif. Pegadaian akan fokus pada digitalisasi, kemitraan, dan diversifikasi pendanaan.
ValueMax menargetkan penguatan manajemen risiko dan perluasan basis pelanggan sebagai strategi di tengah suku bunga tinggi.
Update Terbaru
Honor Luncurkan Ponsel Murah X7e dengan Baterai 7.500mAh dan Android 16
Kamis / 04-06-2026, 00:51 WIB
Pencairan Gaji ke-13 PNS Pusat 2026 Capai 99,3 Persen
Kamis / 04-06-2026, 00:50 WIB
PP 19/2026 Terbit, Danantara Bisa Tambah Anggota Holding Baru
Kamis / 04-06-2026, 00:50 WIB
Empat Wakil Indonesia Lolos ke Putaran Kedua Indonesia Open 2026
Kamis / 04-06-2026, 00:46 WIB
Karya Seni Pisang Rp120 Miliar Dicuri di Museum Prancis
Kamis / 04-06-2026, 00:45 WIB
Penyebab DANA Cicil Tidak Muncul dan Cara Mengatasinya Terbaru 2026
Kamis / 04-06-2026, 00:45 WIB
Rupiah Berpotensi Menguat Tajam jika Danantara Berantas Ekspor Ilegal di 2026
Kamis / 04-06-2026, 00:41 WIB
OJK Rilis Aturan Terbaru Berantas Fraud Asuransi, Nasabah Makin Aman 2026
Kamis / 04-06-2026, 00:40 WIB
Update Daftar Bansos Cair Mei 2026, Cek Jadwal Resmi dan Nama Penerima Terbaru
Kamis / 04-06-2026, 00:40 WIB
Rupiah Nyaris Rp18 Ribu, Hipmi: Tekanan Berat Bagi Dunia Usaha di 2026
Kamis / 04-06-2026, 00:36 WIB
Suku Bunga dan Yield Melonjak, Multifinance Kian Selektif Terbitkan Surat Utang 2026
Kamis / 04-06-2026, 00:35 WIB
Smart TV vs Google TV: Perbedaan dan Keunggulan yang Perlu Diketahui
Kamis / 04-06-2026, 00:35 WIB
The Apothecary Diaries Season 3 Tayang di Crunchyroll Fall 2026 dan Spring 2027
Kamis / 04-06-2026, 00:31 WIB
Paper Rex Hentikan Rekor 14 Kemenangan Nongshim RedForce di VCT Pacific 2026
Kamis / 04-06-2026, 00:30 WIB






