Pernyataan tersebut menjadi dasar argumen Valve untuk meyakinkan otoritas hukum bahwa mereka tidak melanggar aturan persaingan usaha.

>>> Piala Dunia 1974: Total Football dan Kejayaan Jerman Barat

Meskipun demikian, data pasar menunjukkan posisi Valve yang masih sangat dominan dibandingkan para pesaingnya.

Dominasi Steam di Industri Game Digital

Walaupun Valve menolak label monopoli, kenyataan di lapangan menunjukkan kesenjangan yang cukup besar antara Steam dan platform lainnya.

Saat ini, Steam diperkirakan menguasai sekitar 75% pangsa pasar distribusi game PC secara global.

Angka ini jauh melampaui Epic Games Store yang berada di posisi kedua dengan raihan pangsa pasar sekitar 8 hingga 10 persen.

Popularitas Steam bahkan terus menunjukkan tren positif dengan pencapaian rekor jumlah pengguna yang sangat signifikan.

Berikut adalah ringkasan data pertumbuhan dan performa bisnis Steam:

  • Pangsa Pasar PC: Sekitar 75%
  • Pendapatan Tahun 2025: 16,2 Miliar Dolar AS
  • Rekor Pengguna Aktif (Januari 2026): 41,81 Juta Pengguna
  • Kompetitor Utama: Epic Games Store (8-10%)

Data di atas memperlihatkan betapa kuatnya posisi tawar Valve dalam ekosistem gaming modern saat ini.

Dengan pendapatan yang mencapai angka fantastis pada tahun 2025, Steam membuktikan diri sebagai mesin uang utama di industri perangkat lunak.

Hingga kini, proses hukum di kedua negara tersebut masih menjadi perhatian besar bagi para pelaku industri dan gamer di seluruh dunia.

>>> Manchester United Resmi Rekrut Ederson dari Atalanta, Ini Detail Kontraknya

Keputusan akhir dari pengadilan nantinya akan sangat menentukan masa depan kebijakan harga game di berbagai toko digital.