Valve tengah menghadapi tekanan hukum besar terkait dua gugatan antimonopoli yang diajukan di Amerika Serikat dan Inggris.

Gugatan tersebut menyoroti kebijakan Platform Parity Obligations yang diduga melarang penerbit game menjual produk dengan harga lebih rendah di toko digital lain.

>>> Mengenal Mensa, Komunitas IQ Tinggi Dunia yang Viral 2026

Di Inggris, upaya Valve untuk menghentikan proses hukum masih menemui jalan buntu dan persidangan terus berlanjut.

Sementara di AS, pendiri Valve, Gabe Newell, telah memberikan kesaksian resmi terkait praktik bisnis perusahaan pada tahun 2023 lalu.

Tanggapan Gabe Newell Mengenai Tuduhan Monopoli

Melansir laporan dari Bloomberg, Gabe Newell secara tegas menolak klaim bahwa Steam menjalankan praktik monopoli di pasar game PC.

Ia berargumen bahwa ekosistem industri game saat ini sangat kompetitif dan memberikan banyak opsi bagi para pemain.

Newell menjelaskan bahwa konsumen memiliki kebebasan penuh untuk membeli game melalui Xbox, Epic Games Store, atau langsung dari situs resmi pengembang.

Menurutnya, keberhasilan Steam bukan karena menutup akses pesaing, melainkan berkat inovasi berkelanjutan yang mereka tawarkan kepada pengguna.

Pihak Valve juga membantah adanya aturan kaku yang mengatur strategi harga pengembang pihak ketiga di luar platform mereka.

Newell menegaskan perusahaannya tidak memiliki kebijakan yang memaksa pengembang untuk menyamakan harga di semua toko digital.

Poin utama pembelaan Valve dalam persidangan antimonopoli:

  • Membantah adanya pemaksaan harga terhadap pengembang di platform kompetitor.
  • Menekankan bahwa kepuasan mitra dan pelanggan menjadi bukti layanan mereka berjalan secara adil.
  • Menyatakan bahwa dominasi pasar diraih melalui kualitas layanan, bukan pembatasan akses.
  • Menjamin bahwa pengembang tetap memiliki otoritas penuh atas harga produk mereka sendiri.