Nama Mensa mendadak ramai di media sosial setelah aktor Singapura Ayden Sng diketahui menjadi bagian dari komunitas elit ini.

Mensa adalah organisasi bagi pemilik IQ tinggi terbesar dan tertua di dunia.

>>> Piala Dunia 1974: Total Football dan Kejayaan Jerman Barat

Meski identik dengan orang cerdas, Mensa memiliki misi lebih dari sekadar mengumpulkan skor IQ.

Sejarah dan Filosofi Mensa

Mensa resmi berdiri pada 1946 dan kini hadir di hampir 50 negara.

Organisasi ini memiliki sekitar 150 ribu anggota di seluruh dunia, kecuali Antarktika.

Anggota Mensa adalah individu dengan kecerdasan intelektual di posisi 2 persen teratas populasi umum.

Syarat ini menjadi standar internasional bagi siapa pun yang ingin bergabung.

Nama "Mensa" berasal dari bahasa Latin yang berarti "meja".

Nama ini melambangkan konsep meja bundar, di mana setiap anggota memiliki kedudukan setara.

Di komunitas ini, latar belakang etnis, agama, usia, dan status sosial tidak menjadi penghalang.

Mensa juga netral dan tidak memihak pandangan politik atau isu sosial tertentu.

Keanggotaan yang Beragam

Banyak yang mengira Mensa hanya diisi ilmuwan atau akademisi, padahal anggotanya datang dari berbagai profesi dan usia.

Mulai dari anak prasekolah hingga profesor universitas aktif berkontribusi.

Bahkan, beberapa anggota tidak menempuh pendidikan formal tinggi namun memiliki kecerdasan luar biasa.

Prosedur bergabung dengan Mensa:

  • Calon anggota wajib mengikuti tes kecerdasan resmi yang disetujui dan diawasi ketat.
  • Hasil tes harus membuktikan peserta berada di kelompok 2 persen pemilik IQ tertinggi.
  • Bagi negara tanpa cabang nasional, pendaftaran bisa melalui Direct International Membership.
  • Melalui jalur internasional, individu menjadi anggota langsung di bawah Mensa International.